13 Tahun Kota Serang: Pelayanan Publik Belum Maksimal

SERANG – Pelayanan publik masih menjadi catatan bagi Kota Serang yang memasuki usia ke 13 tahun ini. Di bawah kepemimpinan Syafrudin-Subadri Ushuludin, Pemkot Serang dituntut kreatif dan inovatif agar mampu menjawab persoalan di Ibu kota Provinsi Banten ini.

Tokoh masyarakat Kota Serang, Matin Syarkowi mengatakan, selama 13 tahun berdiri, Kota Serang masih memiliki beberapa kekurangan, terutama pemenuhan sarana dan pra sarana pelayanan publik. “Harus diakui, fasilitas dan pelayanan publik banyak yang harus jadi perhatian, jauh dari kesan sebagai ibukota provinsi Banten,” ujarnya kepada Radar Banten, Minggu (9/8).

Matin menyebutkan layanan publik yang perlu menjadi perhatian adalah penerangan jalan di pelosok wilayah Kota Serang, jalan lingkungan dan fasilitas gedung pelayanan di tingkat kelurahan. “Seharusnya sebagai ibu kota provinsi, Kota Serang tidak lagi dihadapkan pada persoalan itu,” katanya.

“Bisa dilihat, di jalan-jalan di Kecamatan Walantaka misalnya, hampir seluruhnya masih gelap. Tanpa, ada penerangan jalan,” tambah pria yang akrab disapa Kyai Matin itu.

Dia mengatakan, Pemkot Serang harus memiliki terobosan dan sinergi bersama dengan Pemprov, serta pemerintah pusat.

“Layanan Pendidikan, Kesehatan itu kan amanat Undang-Undang, alokasi anggarannya telah dimandatkan ke Pemkot. Tapi, kalau Pemkotnya tidak kreatif mana mungkin terjadi lompatan dalam pembangunan,” terangnya.

“Jangan berharap hanya dengan mengandalkan APBD Kota Serang yang masih minim. Pemkot bisa melakukan semua. Semua harus digandeng, termasuk pihak swasta,” tambahnya.

Sementara tokoh masyarakat lain, Embay Mulya Syarief menekankan kelahiran Kota Serang adalah untuk mendekatkan dan meningkatkan pelayanan publik atau public service. “Kalau pemkot memiliki komitmen meningkatkan pelayanan publik saya berkeyakinan ini akan menjadi daya tarik tersendiri,” katanya.

Diakui Embay, pandemi Covid-19 mengharuskan Pemkot bekerja lebih keras.  “Di tengah pandemi Covid-19 pelayanan masyarakat harus di tingkatkan. Terutama dalam pemenuhan kesehatan. Terlebih, faktor ekonomi tetap harus jadi perhatian. Ini perlu kesadaran bersama, dan Pemkot Serang motor penggeraknya,” terangnya.

Terpisah, Walikota Serang Syafrudin mengakui tahun ini kinerja Pemkot mengalami kendala. Beberapa program mendesak dan prioritas tersendat akibat pandemi Covid-19. “Mudah-mudahan bisa tereralisasi di APBD 2020 perubahan dan APBD 2021,” katanya.

Sementara terkait layanan publik, Syafrudin mengaku pemkot berusaha maksimal memberikan yang terbaik untuk masyarakat.  “Kita berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Dia optimistis RPMJD bakal terealisasi, bila seluruh stakeholder dapat bekerjasama secara sinergis. “Iya, ini perlu sinergisitas berbagai elemen. Begitupun pemerintah, baik pemprov dan pemerintah pusat,” ungkapnya.

Sementara Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin mengakui masih ada kekurangan selama kepemimpinannya bersama Syafrudin.

“Pekerjaan rumah Kota Serang, kita jadi, karena berdasarkan janji politik. Tahun ke dua ini agar dirasakan oleh masyarakat, kebersihan, infrastruktur, kesehatan dan pendidikan,” terangnya.

Ketua DPRD Kota Serang, Budi Rustandi mengatakan, pandemi Covid-19 sangat memengaruhi kinerja pelayanan Pemkot Serang. “Orientasi pembangunan itu kan masyarakat. Jadi, semua harus berusaha merealisasikan itu,” katanya. (fdr/nda)