131 Peserta Bersaing Jadi PPK

0
737 views

CILEGON – Sebanyak 131 peserta bersaing menjadi panitia pemilihan kecamatan (PPK) pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon tahun ini. Mereka akan bersaing memperebutkan kuota 40 PPK se-Kota Cilegon.

Serangkaian tes telah disiapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon yang terdiri dari seleksi administrasi, tes tulis, pandangan masyarakat, serta tes wawancara. Rangkaian panjang itu bertujuan agar PPK yang dihasilkan adalah sosok yang berintegritas dan netral.

Komisioner KPU Kota Cilegon Pathurrohman menuturkan, integritas dan netralitas jadi titik tekan dalam proses pemilihan PPK. Proses seleksinya pun tidak hanya melibatkan internal KPU, tetapi juga masyarakat secara umum di Kota Cilegon.

“Nanti pasca-tes tulis ada masukan dari masyarakat. Kita juga mengecek calon-calon yang mendaftar terkait netralitas. Apakah mereka tim kampanye atau bukan,” papar Pathur saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Minggu (26/1).

Pathur berharap, dengan adanya keterlibatan masyarakat dalam proses pemilihan PPK ini akan terbangun kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu di berbagai level. Dengan begitu, proses penyelenggaraan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon pun akan berjalan dengan lancar serta kondusif dengan partisipasi masyarakat yang tinggi.

Selama dua hari ke depan, lanjut Pathur, pihaknya akan meneliti seluruh kelengkapan administrasi yang telah dikumpulkan para peserta. Pada 28 Januari mendatang, peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi akan diumumkan.

Dua hari berselang pasca pengumuman seleksi administrasi, para peserta yang dinyatakan lolos akan langsung mengikuti tes tulis. Dalam tes ini, wawasan para peserta tentang kepemiluan serta integritas akan diuji. “Tahapan ini akan menentukan apakah para peserta lolos ke tahap selanjutnya atau tidak,” ujarnya.

Setelah tahapan ini, barulah keterlibatan masyarakat secara langsung akan dilakukan. “KPU memberikan waktu kepada siapa pun untuk memberikan masukan terkait latar belakang atau rekam jejak para peserta yang dinyatakan lolos tes tulis,” katanya.

Ia berharap tahapan ini bisa dimaksimalkan oleh masyarakat untuk membantu KPU Kota Cilegon dalam memilih penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan. Masukan dari masyarakat akan menjadi salah satu pertimbangan penting bagi KPU. “Selanjutnya tes wawancara. Tes ini akan langsung dilakukan oleh komisioner KPU, diwawancara juga akan kita tanyakan terkait integritas itu, nanti di fakta integritas juga mereka tanda tangan bahwa mereka tidak terlibat di tim sukses,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Cilegon Irfan Alfi menuturkan, dari 131 perserta yang mendaftar PPK, kebanyakan adalah wajah-wajah baru. Namun, ia belum bisa memaparkan secara detail berapa persentase antara wajah lama dan wajah baru.

Menurutnya, khusus bagi peserta yang pernah menjabat sebagai PPK akan menjadi sorotan karena sesuai aturan, peserta yang pernah menjadi PPK selama dua periode berturut-turut tidak bisa kembali menjadi PPK. “Semuanya juga akan mengikuti proses tes tertulis, wawancara dan tanggapan masyarakat, pertama menguji kompetensi, profesionalisme, pengalaman kepemiluan, dan persoalan netralitas dan integritas,” paparnya

Rencananya, pada 29 Februari mendatang PPK yang terpilih sebanyak 40 orang dan PPS sebanyak 129 orang akan dilantik agar bisa langsung bekerja mulai Maret hingga pasangan walikota dan wakil walikota Cilegon terpilih dilantik. (bam/ibm/ags)