14.560 Vaksin untuk Kota Serang dan Tangsel

0
1826
Kapolres Serang AKBP Mariyono memberikan arahan saat apel pagi di Mapolres Serang, Senin (11/1) pagi. Dalam arahannya, Mariyono mengingatkan anggotanya untuk rutin berolahrga dan berjemur saat pandemi Covid-19.

Pendistribusian Tahap Pertama

SERANG – Sebanyak 14.560 vaksin Covid-19 yang ada di gudang penyimpanan obat milik Pemprov Banten dibagi ke dua daerah terlebih dahulu yakni Kota Serang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Rencana vaksinasi pertama tetap tak berubah yakni Kamis (14/1).

Hal itu diungkapkan Gubernur Banten Wahidin Halim kepada Radar Banten. “Untuk dua daerah dulu,” ujar pria yang akrab disapa WH ini melalui telepon seluler, Senin (11/1).

Ia mengungkapkan, kedua daerah itu dipilih karena beberapa pertimbangan. Pertama, Kota Serang sebagai Ibukota Provinsi Banten. Kedua, Kota Tangsel yang merupakan daerah zona merah atau wilayah dengan fatality rate tertinggi di Banten.

Untuk Kota Serang, WH mengatakan, vaksin yang akan didistribusikan 3.380 vaksin. Sementara selebihnya untuk Kota Tangsel 8.920 vaksin. Sedangkan enam daerah lain harus menunggu pengiriman vaksin tahap pertama termin kedua yang direncanakan bakal dilakukan pekan ketiga bulan ini sebanyak 72.430 vaksin. “Tahap satu juga tapi termin kedua,” terangnya.

Mantan anggota DPR RI ini mengatakan, untuk tahap pertama, vaksin tetap diperuntukan bagi tenaga kesehatan. Kemudian ada pengelompokan lain juga untuk tahap pertama yakni aparatur pemerintahan termasuk di dalamnya kepala daerah serta Kapolda Banten hingga para Kapolres se-Banten. “Kemudian ada tokoh masyarakat. Baru tahap selanjutnya masyarakat umum,” ujar WH.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan,  pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan oleh 5.695  vaksinator. Untuk tahap pertama akan diturunkan sebanyak 1.594 vaksinator. Sementara, lanjutnya, untuk lokasi vaksinasi ada 245 puskesmas dan 107 rumah sakit yang siap melaksanakan vaksinasi.

Terpisah, Kepala Dinkes Kota Serang, M Ikbal mengaku siap menerima pendistribusian vaksin di Kota Serang. Namun, hingga kemarin siang, belum ada info pendistribusian vaksin dari Pemprov kepada kabupaten kota. “Keputusannya dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia mengaku informasi mengenai jumlah vaksin yang akan diterima Kota Serang juga belum pasti. Namun, berdasarkan rapat dengan Dinkes Provinsi Banten pekan lalu, Kota Serang hanya mendapat 245 vaksin. Sedangkan jumlah tenaga kesehatan yang ada di Ibukota Provinsi Banten ini mencapai lima ribu orang.

Untuk gudang penyimpanan, Ikbal mengaku menyiapkan tempat khusus di kantor Dinkes Kota Serang. Sedangkan jumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang menjadi tempat penyuntikan vaksin Covid-19 masih fluktuatif. “Kalau 16 puskesmas yang ada di Kota Serang sudah pasti. Selain itu, dari 12 rumah sakit yang ada, sembilan yang sudah siap. Sementara 72 klinik swasta belum menyatakan siap,” ujarnya.

Kepala Dinkes Kabupaten Serang, drg Agus Sukmayadi mengatakan, belum menerima vaksin dari Pemprov Banten. Karena, Kabupaten Serang masuk vaksinasi tahap kesatu termin kedua. “Termin kedua dijadwalkan mulai Februari,” katanya.

Ia juga mengaku belum mendapatkan informasi pasti berapa vaksin yang akan diberikan oleh Pemprov Banten. Namun, Agus mengaku sudah menyiapkan vaksinator untuk pelaksanaan vaksinisasi itu. “Setiap puskesmas kita siapkan dua tenaga vaksinator, dibantu oleh tenaga kesehatan lain,” ujarnya.

Dikatakan Agus, ada 178 tenaga medis yang tidak bisa dilakukan vaksnasi. Karena, mereka pernah terkonfirmasi positif Covid-19.

DI CILEGON TERTUNDA

Sementara itu, Pemprov Banten menunda distribusi vaksin Covid-19 ke Kota Cilegon yang sedianya dilakukan Senin (11/1).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Dana Sujaksani mengaku tidak mengetahui pasti alasan penundaan ini. “Saya juga belum tahu pertimbangaannya apa, itu provinsi, saya belum tahu sampai kapan diundurnya,” ujar Dana, Senin (11/1).

Kata Dana, kendati distribusi diundur namun pelaksanaan vaksinasi serentak masih sesuai dengan jadwal yaitu dilakukan pada 13 atau 14 Januari.

Secara seremonial hanya akan dilakukan di Pemrpov Banten sedangkan di kabupaten kota langsung dilakukan di masing-masing fasilitas kesehatan (faskes) yang telah ditetapkan.

Dana menjelaskan, sebanyak 266 petugas disiapkan Pemkot untuk melakukan vaksinasi. Khusus di Kota Cilegon penyuntikan vaksin dilakukan di 32 tempat di antaranya tiga rumah sakit yaitu RSUD Cilegon, Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM), dan Rumah Sakit Kurnia. Selanjutnya di sembilan puskesmas, dan 20 klinik.

Tenaga Kesehatan (nakes) dan pegawai pada sektor pelayanan publik menjadi prioritas dalam vaksinasi di Kota Cilegon. Sementara  jatah vaksin Covid-19 Kota Cilegon sebanyak 251.426.

“Tenaga kesehatan sebanyak 1.342 orang, petugas pelayanan publik seperti TNI, polisi, Dishub, Satpol PP, dan yang berkaitan langsung dengan pandemi 15.482 orang akan divaksin dari Januari hingga April,” papar Dana.

Menurut Dana, nakes dan petugas pelayanan publik diprioritaskan karena mereka dianggap paling rentan dan berhadapan langsung dengan virus tersebut.

“Karena mereka garda terdepan dalam penanganan Covid-19 sehingga perlu dilindungi dulu, baru yang lainnya,” tutur Dana.

Setelah memvaksin nakes dan petugas pelayanan publik, vaksinasi akan dilakukan kepada masyarakat yang rentan seperti para pelaku ekonomi. 

Untuk kategori ini, vaksin yang disiapkan 207.582, proses penyuntikan dilakukan dari April hingga Maret 2022. Pada periode yang sama juga, pemerintah akan memvaksin  kategori masyarakat lainnya sekira 27.020 orang.

“Kemudian terkait distribusi kita masih menunggu instruksi dari provinsi kapan kita bisa untuk ambil yang jelas kita sudah siapkan tempat penyimpanan vaksin lokasinya di Kantor Dinkes lama untuk nanti dijadikan tempat penyimpanan sementara vaksin sebelum didistribusikan ke rumah sakit klinik dan puskesmas,” papar Dana. (nna-bam-jek/alt/air)