14 Anggota Panwaslu Meninggal Dunia

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

JAKARTA – Bukan hanya petugas KPPS dan personel Polri yang meninggal dunia saat bertugas di Pemilu 2019, sejumlah anggota Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu) juga mengembuskan napas terakhir.

Mendagri Tjahjo Kumolo menyampaikan rasa duka cita yang mendalam dan apresiasi tinggi kepada jajaran Panwaslu yang mengalami sakit, tindak kekerasan, kecelakaan, dan meninggal dunia dalam mengemban tugas pengawasan untuk menyukseskan Pemilu 2019.

”Kami menyampaikan rasa duka cita mendalam dan mengapresiasi pengabdian mulia dari jajaran pengawas pemilu yang mengalami sakit, tindak kekerasan, kecelakaan, dan meninggal dunia di beberapa tempat. Kami juga turut mendoakan petugas dari jajaran pengawas pemilu yang sakit, mengalami tindak kekerasan dan kecelakaan segera sembuh dan pulih seperti sedia kala, dan yang meninggal dunia semoga diterima amal baktinya dan diberi tempat yang mulia di hadapan Allah Yang Maha Kuasa,” kata Tjahjo dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/4).

Tjahjo mengakui, pekerjaan sebagai pengawas pemilu sangat berat, berisiko tinggi, dan menguras tenaga. “Keluarga besar Kemendagri dan BNPP memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk jajaran pengawas pemilu yang telah berjuang untuk menyukseskan agenda besar nasional Pemilu 2019 yang luber dan jurdil, kami tahu ini merupakan pekerjaan yang tak mudah,” ujar Tjahjo.

Sampai saat ini jajaran pengawas pemilu yang mengalami sakit, kekerasan, kecelakaan dan meninggal dunia saat tugas pengawasan tercatat sebagai berikut. Jajaran pengawas pemilu yang mengalami sakit dan menjalani rawat inap berjumlah 85 orang tersebar di 21 provinsi dan 43 kabupaten kota. Sedangkan yang jalani rawat jalan berjumlah 137 orang tersebar di 20 provinsi dan 52 kabupaten kota.

Kemudian jajaran pengawas pemilu yang mengalami tindak kekerasan berjumlah 15 orang yang tersebar di 11 provinsi dan 14 kabupaten kota. Selanjutnya jajaran pengawas pemilu yang mengalami kecelakaan saat bertugas berjumlah 74 orang yang tersebar di 20 provinsi dan 47 kabupaten kota. Data untuk jajaran pengawas pemilu yang meninggal dunia berjumlah 14 orang yang tersebar di lima provinsi dan 11 kabupatenkota.

Tugas yang diemban oleh jajaran pengawas pemilu sangat penting dalam mengawal kualitas penyelenggaraan pemilu dengan rela berkorban dan bekerja tanpa lelah karena kecintaannya pada bangsa dan negara.

”Para jajaran pengawas pemilu, baik yang mengalami sakit, tindak kekerasan, kecelakaan dalam tugas, dan meninggal dunia adalah pejuang demokrasi. Khusus untuk jajaran pengawas pemilu yang meninggal dunia adalah para pahlawan bangsa dan negara bertugas dengan semangat dan jiwa cinta Tanah Air, rela berkorban bagi tegaknya demokrasi. Semoga amal baktinya akan diberikan surga terbaik di sisi Allah Swt, Tuhan Yang Kuasa,” pungkas Tjahjo. (jpg/aas)