14 Rumah di Sobang Terbakar

0
392 views



LEBAK – Sebanyak 14 rumah dan satu unit saung pemasakan Kasepuhan Pasireurih, Desa Sindanglaya, Kecamatan Sobang, Lebak ludes terbakar pada Rabu (24/7) sekira pukul 9.40 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp760 juta lebih.

Pantauan Radar Banten di lokasi kejadian, rumah panggung milik warga Kasepuhan Pasireurih rata dengan tanah. Asap masih tampak di sisa-sisa material bangunan yang terbakar hingga sore ini.

Keempat belas unit rumah yang terbakar yakni milik Wijaya, Jahali, Mirhasan, Sajum, Kholikul Insan, Sarpaih, Narsip, dan Sawada. Selanjutnya, rumah Martaba, Mastinah, Marsih, Minggu, Sarhudi, dan Pulung. Selain rumah, saung pemasakan dan satu unit sepeda motor ludes terbakar.


Evi Sumantri, warga Pasireurih mengatakan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Namun informasi yang beredar di masyarakat, api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik. Namun, ada juga yang menyebut api berasal dari tungku tempat memasak di rumah Wijaya.

“Api pertama kali terlihat di rumah Wijaya dan langsung merembet ke rumah warga yang lain. Lokasi rumah yang berdekatan membuat api cepat menjalar. Ditambah lagi, material bangunan terbuat dari kayu dan atap bangunan merupakan ijuk pohon aren yang mudah terbakar,” kata Evi kepada wartawan.


Masyarakat di Kampung Pasireurih, katanya, telah melakukan upaya pemadaman dengan menggunakan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil, karena api cepat membesar.

“Api cepat membesar dan tidak bisa dikendalikan,” terangnya.

Bernandi, Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, mengatakan, BPBD langsung terjun ke lokasi untuk memberikan bantuan kepada korban kebakaran. Mereka membawa bantuan tanggap darurat untuk memenuhi kebutuhan sembako untuk korban. Bahkan, BPBD Lebak juga memberikan bantuan tenda untuk hunian sementara.

“Setelah menerima laporan kebakaran, kita cepat berangkat ke lokasi. Medannya memang cukup berat. Bahkan, tidak terjangkau mobil pemadam kebakaran,” ujarnya. (Mastur)