15.667 Masyarakat Banten Nyoblos Menggunakan Suket

0
448 views
ilustrasi

SERANG – Sebanyak 15.667 pemilih pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 15 Ferbruari 2017 mendatang akan menggunakan hak pilihnya menggunakan Surat Keterangan (suket) sebagai pengganti Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik (KTP el).

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten Didih M Sudi menjelaskan, jumlah tersebut ditemukan setelah KPU bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Banten dan sejumlah stakeholder lainnya melakukan penelusuran terhadap 88.599 pemilih yang dicoret dari Daftar Pemilih Sementara (DPS) pada 6 Desember 2016 lalu.

“Kita sebetulnya berkali-kali melakukan rapat penelusuran, hari ini finalnya. Hasil penelusuran yang dilakukan oleh Disdukcapil kabupaten kota dari 88.599 pemilih non KTP el paska 6 Desember 2016, data tersebut diketahui, sudah memiliki KTP el 51 orang, suket yang sudah dicetak 835, hilang ingatan satu orang, tidak dikenal sebanyak 2.101 orang, pindah domisili sebanyak 421, ganda 4.796, meninggal 218, dan total yang belum menerima suket 14.832,” papar Didih saat dikonfirmasi Radar Banten Online, Senin (13/2).

Lebih rinci Didih menjelaskan, ditemukannya angka 15.667 pemilih menggunakan suket hasil dari penggabung 835 pemilih yang sudah mendapatkan suket dan 14.832 belum mendapatkan suket. Semua data tersebut merupakan bagian dari 88.599 pemilih yang sebelumnya dicoret dari DPS.

Angka 15.667, lanjut Didih, hanya angka masyarakat mempunyai hak memilih dan difasilitasi oleh suket. Namun untuk kepastian berapa jumlah masyarakat yang memilih menggunakan suket pada hari pemungutan suara nanti bergantung pada masing-masing Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Karena dinas tersebut yang mempunyai kewenangan mengeluarkan suket.

“Finalnya tergantung Disdukcapil mencetak atau enggak, dan apakah mereka (pemilih) datang atau tidak ke TPS,” ujar Didih.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Banten Agus Supriatna menambahkan, hingga esok pencetakan dan pendistribusian suket masih dilakuan oleh masing-masing Disdukcapil. “Awalnya 15 Februari masih melayani suket, tapi disepakati karena tanggal 15 Keppresnya libur, suket sampai tanggal 14 Februari,” ujar Agus.

Terkait 14.832 pemilih menggunakan suket, Agus menegaskan, pemilih tersebut merupakan pemilih yang masuk ke dalam data Daftar Pemilih Tambahan. “Harus bedakan, ada pemilih pakai suket yang masuk DPT ada yang tidak, yang dalam DPT pakai suket itu karena KTP el nya hilang, atua karena yang lain. Jadi ada suket yang ada dalam DPT ada yang diluar DPT,” ujar Agus.

Ketua Bawaslu Pramono U Tantowi mengungkapkan, dilakukannya rapat finalisasi jumlah pemilih menggunakan suket oleh pihaknya dan KPU Banten untuk menegaskan jika jumlah pemilih menggunakan suket tidak mencapai ratusan ribu pemilih seperti ramai diisukan selama ini.

“Kita tadi mengundang seluruh komponen untuk mengatisipasi kesimpangsiuran,” ujar Pramono.

Untuk mengawasi para pemilih menggunakan suket pada hari pemungutan suara, lanjut Pramono, Bawaslu bersama penyelenggara pemilu lainnya akan melakukan pengamanan secara berlapis.

“Kalau ada yang datang menggunakan suket harus di cek dulu, benar atau tidak, jadi berlapis pengamanannya tidak serta merta membawa suket langsung mendapatkan hak suara. Misalnya datang bawa suket kita lihat dulu ada atau tidak di DPT, kalau tidak ada kita cek alamatnya sesuai apa enggak dengan alamat TPS,” ujar Pramono.

Baik Pramono maupun Agus berharap dengan adanya penetapan ini proses pemungutan suara bisa berjalan dengan lancar dan sesuai harapan. Semua masyarakat yang mempunyai hak memilih bisa menggunakan hak pilihnya. (Bayu)