15 Menit Jalani Rapid Test Covid-19, Walikota dan Ketua Dewan Negatif

0
1.260 views
Walikota Serang Syafrudin saat menjalani rapid test Covid-19 yang dilakukan oleh tim petugas kesehatan Dinas Kesehatan Kota Serang di ruang kerjanya, kemarin.

SERANG – Walikota Serang Syafrudin dan Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi dinyatakan nonreaktif atau negatif Covid-19. Keduanya, secara bersamaan melakukan rapid test Covid-19, Selasa (7/4) siang.

Pemeriksaan pada kedua pimpinan Kota Serang itu dilakukan selama 15 menit oleh dua petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang. Pemeriksaaan melalui pengambilan sampel darah, lalu sampel darah diteteskan ke alat rapid test.

Selanjutnya, cairan pelarut sekaligus reagen diteteskan di tempat yang sama. Hasilnya akan tampak di alat berupa garis.

Walikota Serang Syafrudin mengatakan, proses rapid test berjalan tak lebih dari 15 menit. Selama proses menunggu hasil, petugas kesehatan memberikan beberapa pertanyaan seperti riwayat perjalanan, kesehatan seputar batuk, dan demam. “Tadi sekitar 15 menit dites. Hasilnya negatif, alhamdulillah tidak terkena virus,” ujarnya, kepada wartawan.

Kata Syafrudin, pelaksanaan rapid test dilakukan setelah sebelumnya pihak Dinkes meminta pengecekan. Dirinya kerap kali bertemu banyak orang. Setelah rapid test perdana ini, ke depan akan selalu mengecek kesehatan. “Tadi sama Pak Ketua Dewan (DPRD-red), hasilnya juga negatif,” katanya.

Untuk menekan penyebaran wabah Covid-19 Syafrudin meminta seluruh masyarakat tetap menerapkan social distancing, pola hidup sehat, menggunakan masker saat bepergian, hingga mencuci tangan pakai sabun.

Senada dikatakan Walikota Serang, Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi mengaku hasil rapid test negatif. Kendati demikian dirinya tetap berupaya menerapkan pola hidup sehat, social distancing sesuai anjuran pemerintah. “Alhamdulillah hasilnya negatif,” katanya singkat.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kota Serang Ratu Ani Nuraini mengatakan, pihaknya telah menggunakan 139 rapid test dengan memprioritaskan orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pemantauan (PDP), dan petugas kesehatan termasuk wartawan. “Kita sudah melakukan 139 rapid test. Hasilnya semua negatif,” katanya.

“Tadi siang Pak Wali dan Ketua DPRD selama 15 menit setelah ambil darah beliau-beliau kita tunggu kemudian kita juga sudah lakukan, sudah hasilnya negatif,” sambung Ratu Ani.

Sedangkan, untuk rapid test Wakil Walikota Serang, Subadri Ushuludin, dan Sekretaris Daerah (Sekda) akan dilakukan hari ini. Sedangkan untuk anggota DPRD, Dinkes masih melihat jumlah rapid test yang tersedia. “Anggota Dewan juga belum, kami akan lihat dulu rapid test-nya ada berapa lagi, semua PDP kita rapid test termasuk OPD yang sudah dipulangkan akan di-rapid di puskesmas masing-masing,” pungkasnya.

50 POSITIF TAK DIRAWAT

Sementara itu, di Kabupaten Tangerang, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi mengatakan, saat ini rapid test sudah dilakukan kepada 800 orang lebih. Sekira 600 lebih dilakukan kepada tenaga medis di 23 rumah sakit di Kabupaten Tangerang dan 200 orang yang erat kontak dengan pasien positif Covid-19. Hasilnya, ada 50 orang lebih yang positif.

Tetapi, kata Hendra, meski hasil rapid test-nya positif, mereka tidak akan menjalani perawatan di rumah sakit. “Positif dalam rapid test ini berarti, mereka ini pernah terpapar virus corona, tetapi imun tubuhnya kebal. Jadi tidak perlu dirawat, karena kondisinya sehat-sehat,” kata Hendra, melalui telepon seluler, Selasa (7/4).

Pasien yang harus dirawat di rumah sakit, tambah Hendra, berdasarkan hasil pemeriksaan swab, bukan rapid test. Meski tidak dirawat di rumah sakit, mereka yang hasil rapid test-nya positif tersebut, menjalani isolasi diri di rumah. “Meskipun kondisinya sehat, mereka tetap harus isolasi di rumah selama 14 hari,” pungkasnya. (fdr-mg04/air/ags)