16.181 Warga Kabupaten Serang Menganggur

0
791 views
Para pencaker menunggu pembuatan kartu kuning di kantor Disnakertrans Kabupaten Serang, Bundaran Ciceri, Kota Serang, Jumat (12/1).

SERANG – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang mencatat, hanya 4.747 pencari kerja yang diterima bekerja di perusahaan, dari 20.928 pencaker yang ada di Kabupaten Serang sepanjang 2017 atau 22,6 persen. Artinya, sebanyak 16.181 pencari kerja disinyalir masih menjadi pengangguran.

Kasi Penempatan Kerja Dalam Negeri pada Disnakertrans Kabupaten Serang Yusrachmaidi mengatakan, masih banyaknya pencaker yang belum diterima kerja di perusahaan akibat minimnya penempatan kerja. Faktor lainnya, kemampuan masyarakat untuk bekerja masih rendah.

“Banyak kemampuan pencaker yang tidak sesuai dengan permintaan perusahaan. Jadinya, hanya beberapa saja (pencaker-red) yang diterima. Sepanjang 2017, dari 20.928 pencaker, hanya 4.747 orang saja yang lolos,” ungkap pria yang akrab disapa Yus itu saat ditemui di ruang kerjanya, Bundaran Ciceri, Kota Serang, Jumat (12/1).

Yus mengatakan, pencaker sepanjang 2017 didominasi perempuan, mencapai 11.575 pencaker. Sisanya, sebanyak 9.353 pencaker berjenis kelamin laki-laki. Sementara dari 4.747 pencaker yang diterima bekerja, meliputi 999 pencaker berjenis kelamin laki-laki dan 3.748 lainnya berjenis kelamin perempuan. Diungkapkan Yus, tenaga kerja lebih banyak diserap perusahaan di wilayah bagian timur. Menurut Yus, di wilayah Serang Timur banyak perusahaan padat karya yang membutuhkan banyak pekerja. “Kalau di Serang Barat banyaknya perusahaan padat modal,” terangnya.

Kata Yus, setiap hari sedikitnya ada 50 sampai 100 pencaker yang mengurus kartu kuning ke kantor Disnakertrans. Ledakan pencaker terjadi pada awal tahun mencapai sekira 500 orang setiap hari. “Kebanyakan lulusan SMK,” katanya.

Yus menyarankan, lembaga SMK di Kabupaten Serang membentuk jurusan sesuai kebutuhan perusahaan. Hal itu agar kemampuan anak didik mereka sesuai dengan kebutuhan perusahaan. “Jangan sampai jurusannya yang tidak dibutuhkan perusahaan, nantinya enggak sesuai,” ucapnya.

Sementara itu, seorang pencaker asal Desa Beberan, Kecamatan Ciruas, Andi Irawan yang ditemui wartawan saat membuat kartu kuning mengaku, baru pertama kali mengurus kartu kuning untuk keperluannya mencari kerja. Andi mengaku, berniat melamar pekerjaan di perusahaan di Kecamatan Cikande. Andi berharap usahanya mencari kerja menuai hasil. “Mudah-mudahan diterima,” harapnya. (Rozak/RBG)