16 WNA Terjaring Razia di Tangerang

Foto: Creative Market

TANGERANG – Sebanyak 16 warga negara asing (WNA) dari Senegal, Nigeria dan Maldives, terjaring razia petugas gabungan Tim Pengawas Orang Asing (Timpora), Kamis (11/7). Belasan WNA itu diamankan dari empat lokasi berbeda di Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kabupaten Tangerang

Empat lokasi itu, yakni di BSD Serpong Kota Tangsel, kawasan kos-kosan Allogio, Summarecon Serpong, dan Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. “Saat ini Kantor Imigrasi telah melakukan debirokratisasi, dalam memberikan kemudahan pelayanan keimigrasian berupa visa, izin tinggal, pengawasan dan sebagainya. Maka dengan operasi ini kita ingin WNA tertib,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tangerang, Herman Lukman, Kamis (11/7).

Belasan WNA itu digiring ke Kantor Imigrasi Kelas I Tangerang untuk diperiksa atas dugaan pelanggaran keimigrasian. “Pada umumnya (pelanggaran-red) adalah overstay. Tadi sempat ada yang berusaha kabur hingga lari ke loteng, tapi 12 orang yang dari kos-kosan di Allogio bisa kami amankan. Ada yang kita dobrak juga kamarnya,” terang Lukman.

Dikatakan Lukman, razia tersebut melibatkan unsur Polri, TNI, Badan Narkotika Nasional (BNN), Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbang Pol), Satpol PP dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). “Kalau mereka ada paspor namun ada pelanggaran keimigrasian, maka akan kita deportasi secara bertahap. Tapi kalau tidak akan kita hubungi melalui Kedutaan negara mereka, untuk dipulangkan,” tuturnya.

Selain 16 WNA tersebut, Timpora juga mengamankan 31 WNA di Kota Tangerang. Sepuluh WNA diketahui tak memenuhi kelengkapan dokumen keimigrasian. “Sisanya dari 31 itu kita pulangkan secara bertahap,” kata Lukman.

Salah satu petugas keamanan Cluster Allogio Sumarecon Serpong mengaku terdapat banyak WNA yang bermukim di tempat itu. “Rata rata dari Nigeria, tadi tidak ada koordinasi ke kami. Kalau ada koordinasi lebih dulu, harusnya lebih dari jumlah yang dirazia. Bilangnya sih laporan warga,” ucap petugas keamanan yang enggan disebutkan namanya. 

Dikatakannya, WNA tersebut memesan kamar kos tersebut melalui aplikasi online. “Mereka pesan kosnya online, jadi kami enggak tahu mereka siapa, dari mana asalnya,” katanya. (mg-04/nda/ags)