168 Kendaraan Pegawai Masih Menunggak Pajak

Kepala UPT Samsat Serang Ratu Iloh Rohayati (empat kiri) didampingi staf memeriksa kendaraan yang terparkir di halaman parkir Bappeda, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (17/7).

Samsat Serang Telusuri Kendaraan di KP3B

SERANG – Berbagai upaya dilakukan UPT Samsat Serang untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Banten. Setelah pada awal bulan lalu melakukan kegiatan door to door untuk mengonfirmasi piutang pajak, kali ini Samsat Serang melakukan penelusuran pajak kendaraan bermotor (PKB) kendaraan yang terparkir di Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang.

Kepala UPT Samsat Serang Ratu Iloh Rohayati mengatakan, apel gabungan dalam rangka Hari Kesadaran Nasional dimanfaatkan Samsat Serang sebagai momen untuk menelusuri PKB kendaraan para pegawai Pemprov Banten, baik pribadi maupun dinas.

“Ada beberapa kendaraan dinas yang belum bayar pajak,” ungkap Iloh di sela-sela penelusuran di KP3B, Rabu (17/7).

Iloh mengatakan, dengan banyaknya kendaraan yang parkir saat apel gabungan, pihaknya mudah melakukan penelusuran. Kendaraan yang belum membayar pajak, baik itu roda dua maupun roda empat, akan diberikan surat untuk segera membayar pajak.

“Suratnya kami selipkan di kendaraan mereka yang terparkir,” tuturnya.

Ia berharap dengan adanya pemberitahuan piutang tersebut maka pemilik kendaraan akan segera membayar PKB. Sementara bagi kendaraan dinas, Iloh mengaku, pihaknya langsung menghubungi organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar segera membayar pajak.

“Dengan adanya pemberitahuan dari kami, mereka (OPD-red) berkirim surat kembali ke kami dan akan segera membayarkan pajaknya. Apalagi saat ini momen yang pas untuk mengusulkan anggaran guna membayar pajak di APBD Perubahan,” terangnya.

Selain di KP3B, Iloh mengaku, upaya lain juga akan dilakukan untuk mengurangi tunggakan PKB. Salah satunya adalah melakukan penelusuran di kantong-kantong parkir seperti di mal dan pusat perbelanjaan. Dengan harapan, PAD Banten akan meningkat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendataan dan Penetapan UPT Samsat Serang Niti Wardini mengaku, ada 168 kendaraan pegawai Pemprov yang belum membayar pajak. “Itu tidak sempat semua kendaraan kami cek. Hanya dari pukul enam sampai setengah delapan,” ujar perempuan yang akrab disapa Dini itu.

Kata dia, kemarin juga hanya beberapa petugas saja yang diterjunkan untuk melakukan penelusuran. Ke depan, jumlah petugas yang diterjunkan akan diperbanyak sehingga kendaraan yang ditelusuri juga akan lebih banyak. “Ini juga sebagai shock therapy bagi para pegawai Pemprov untuk membayar pajak,” tutur Dini. (Rostinah/RBG)