19.000 Pemudik Masuki Serang

0
906 views
Walikota Serang Syafrudin (kiri) didampingi Wakil Walikota Subadri Ushuludin saat memimpin rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengenai penanganan Covid-19 di ruang rapat Puspemkot Serang, Selasa (14/4).

SERANG – Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tangerang Raya akan berdampak panjang. Salah satunya, banyak warga Kabupaten Serang yang akan mudik karena kehilangan pekerjaan di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangsel.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, saat Jakarta menerapkan PSBB banyak warga yang pulang kampung. “Itu karena ketika semua dihentikan, mereka tidak punya pendapatan,” kata Tatu kepada Radar Banten, Selasa (14/4).

Tatu mengungkapkan, ada hampir 19 ribu warga yang baru pulang dari perantauan terutama dari Jakarta. Angka itu terus bertambah seiring banyaknya warga yang kehilangan pekerjaan. “Yang masuk ke Kabupaten Serang itu terus naik, mereka statusnya langsung ODP (orang dalam pantauan-red), makanya datanya langsung disampaikan untuk kita awasi,” ujarnya.

Begitu juga saat PSBB di Tangerang Raya diberlakukan mulai Sabtu (18/4). Diprediksi akan banyak warga Kabupaten Serang yang mudik ke kampung halamannya di Serang.

Tatu mengatakan, sudah membuat surat edaran kepada setiap desa untuk membentuk tim gugus tugas desa hingga tingkat RT/RW. Tugasnya memantau kedatangan warga dari luar daerah. “Setiap warga yang baru datang dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari, mereka tidak boleh nyampur dengan warga lain,” terangnya.

Antisipasi serupa juga dilakukan oleh Pemkot Serang. Walikota Serang Syafrudin mengatakan, mengantisipasi migrasi penduduk dari wilayah yang menetapkan PSBB menyiapkan beberapa langkah. Salah satunya, menyiapkan pos penjagaan yang melakukan screening atau pengecekan kesehatan bagi warga yang masuk dan keluar wilayah Kota Serang. “Dalam rangka mengantisipasi PSBB Tangerang Raya dan Jakarta kami menyiapkan delapan pos penjagaan,” ujarnya saat ditemui di Puspemkot Serang, Selasa (14/4).

Pos penjagaan itu  berada di area pintu Tol Serang Timur; Serang Barat; Jalan KH Amin Jasuta, Markas Brimob; Jalan Serang-Jakarta, Parung-Pakupatan; Perempatan Jalan Syekh Nawawi, Lingkungan Boru; Jalan Serang-Pandeglang, Lingkungan Sempu; Jalan Sawahluhur, Kasemen; dan Terminal Kepandean. “Itu juga (pemeriksaan-red) sesuai protokol kesehatan, orang luar yang masuk ke Kota Serang diperiksa di pos,” katanya.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Serang Hari Pamungkas menambahkan, menyiapkan dua tempat isolasi bagi pemudik yang datang ke Kota Serang yaitu rusunawa di Kelurahan Margaluyu, Kasemen, dan Gedung Korpri Serang. “Tadi (kemarin-red) berdasarkan hasil rapat juga ada dua tempat yang kemungkinan digunakan untuk mengisolasi pemudik,” katanya.

Di Kota Cilegon, juga akan memperketat akses masuk ke Kota Cilegon. Akses masuk yang diperketat oleh Pemkot Cilegon bersama jajaran kepolisian dan TNI adalah tiga pintu tol yaitu pintu Tol Cilegon Timur, pintu Tol Cilegon Barat, dan pintu Tol Merak.

Pengetatan berlangsung sejak Senin (13/4) lalu. Seluruh aktivitas di tiga pintu tol tersebut diawasi. Pengendara yang baru masuk dari daerah lain menjalani pemeriksaan kesehatan. (jek-bam-one-den/alt/ags)