19 Tahun Kota Cilegon: Ada Sejumlah PR Program Pembangunan

KOTA Cilegon memasuki usianya yang ke-19. Seperti biasa, sejumlah kegiatan rangkaian memperingati hari ulang tahun (HUT) selalu digelar. Mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, sampai tingkat kota. Sejumlah kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk rasa syukur karena tidak terasa pembangunan Kota Cilegon sudah menginjak usia yang ke-19.

Meski demikian, sejumlah program pembangunan ternyata masih belum rampung. Masih ada beberapa kegiatan yang sampai sekarang belum selesai. “Masih ada yang harus diselesaikan. Seperti pembangunan JLU (Jalan Lingkar Utara), sport center, dan pelabuhan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Edi Ariadi, kemarin (26/4), di ruang kerjanya.

Edi menjelaskan, kalau program pembangunan, yang sudah selesai biasanya yang terkait dengan pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya. “Kalau yang terkait dengan infrastruktur, terutama mega proyek, masih berjalan sampai saat ini,” jelas Edi.

Edi menyebutkan, untuk JLU dan sport center masih belum selesai. Ini bisa terjadi lantaran sering terkendala anggaran. Sedangkan pembangunan pelabuhan milik BUMD PT PCM masih terhambat oleh perizinan. Jadi, masih butuh waktu untuk menyelesaikannya,” sebut Edi.

Sedangkan pembangunan infrastruktur lainnya yang tidak masuk dalam mega proyek sudah banyak yang selesai. Seperti gedung perkantoran, rehab jalan, rehab bangunan sekolah, dan yang lainnya. “Untuk sport center kita masih menggunakan APBD dan dibantu dengan bantuan keuangan provinsi,” ujar Edi.

Sedangkan untuk JLU, rencananya akan dibangun melalui kerja sama Badan Usaha (KPBU). “Karena terkendala anggaran, akhirnya untuk JLU ini akan dibangun oleh KPBU atau oleh swasta. Walaupun memang dalam prosesnya pasti harus ada konsesi,” tutur Edi.

Lebih lanjut kata Edi, hal itu harus dilakukan lantaran Pemkot tidak mempunyai anggaran yang besar untuk membangun JLU. “Alhamdulillah sudah disetujui. Dan, hal ini sudah diketahui oleh pemerintah pusat. Karena pemerintah pusat meminta, mana saja program yang akan dibangun oleh KPBU,” lanjut Edi.

Edi berharap, sejumlah pembangunan mega proyek tersebut bisa selesai sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021. “Kalau masih ada yang belum rampung, saya minta masyarakat untuk bersabar. Karena yang namanya pembangunan membutuhkan waktu yang tidak sebentar,” harap Edi.

Kata Edi, pembangunan ini baru berjalan dua tahun, dihitung sejak dirinya dilantik menjadi Wakil Walikota mendampingi Walikota Tb Iman Ariyadi yang kini menjadi Walikota nonaktif. “Jika memang masih ada yang tidak sesuai dengan target, nanti akan kita review,” imbuh Edi.

Terkait program apa yang akan dilakukan, kata Edi, pihaknya tetap akan fokus melaksanakan pembangunan sesuai dengan RPJMD. “Tidak ada yang baru. Jadi, tetap acuan kita adalah RPJMD. Seperti pencapaian-pencapaian apa saja yang sudah terealisasi. Ini yang terkait dengan angka-angka IPM (indeks pembangunan manusia) seperti angka-angka kuantitatif, angka lulus sekolah, angka putus sekolah, dan termasuk pengangguran. Jadi, tetap mengacu pada RPJMD,” tandasnya.

Edi berharap, di usia yang ke-19 ini, semua pihak harus berperan untuk terus membangun Kota Baja. “Terutama pihak industri. Industri harus punya peran dalam pembangunan Kota Cilegon. Kita tidak menafikan peran industri. Laju pertumbuhan ekonomi atau produk domestik regional bruto itu banyak ditopang oleh industri. Ini mudah-mudahan dampaknya positif untuk kita,” pungkasnya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Sari Suryati mengatakan, terkait capaian pembangunan 19 tahun Kota Cilegon, sudah sesuai dengan RPJMD. “Ini yang menjadi harapan pemerintah dan masyarakat. Mudah-mudahan itu sudah optimal,” kata Sari.

Meskipun ada kekurangan dari sana sini, kata Sari, kekurangan itulah yang akan dievaluasi. “OPD (organisasi perangkat daerah) mana yang perlu penekanan lagi. Kita perlu dukungan lagi dalam rangka mengoptimalkan seluruh proses pembangunan yang diharapkan oleh masyarakat,” ujar wanita kelahiran Bandung itu.

Menurut Sari, sudah cukup banyak program pembangunan yang telah dilakukan oleh Pemkot. Terkait pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, bagaimana mendukung daya beli masyarakat, itu merupakan salah satu indikator terhadap IPM karena hal itu menjadi ukuran bahwa bagaimana pembangunan Cilegon itu ada keberpihakan kepada masyarakat. (Umam/RBG)