19 Tahun Kota Cilegon: Masih Terbelit Persoalan Banjir dan Pengangguran

Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi di HUT ke-19 Kota Cilegon, Jumat (27/4).

CILEGON – Di usia ke-19 tahun, Pemkot Cilegon masih dibelit dua persoalan besar. Pertama, bencana banjir yang melumpuhkan Cilegon dan yang kedua tingkat pengangguran yang masih tinggi.

Pelaksana tugas (Plt) Walikota Kota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, puncak peringatan HUT ke-19 Kota Cilegon kemarin (27/4) diwarnai dengan keprihatinan mendalam atas terjadinya bencana banjir yang menerjang delapan kecamatan di Kota Cilegon. Namun, Edi memandang musibah yang telah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) itu dari sisi positif.

“Peristiwa buruk yang menimpa kita itu harus bisa dilihat juga dari sudut pandang baik. Dengan banjir itu bisa memperkuat kebersamaan,” ujarnya saat acara Riung Mungpulung HUT ke-19 Kota Cilegon di halaman Pemkot Cilegon, Jumat (27/4).

Menurutnya, bencana banjir itu menjadi perhatian serius pemerintah bukan karena terjadinya dekat dengan puncak perayaan HUT Kota Cilegon. Namun, karena musibah itu berdampak sangat besar bagi aktivitas masyarakat. Beberapa dampak di antaranya rusaknya infrastruktur seperti Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang hingga kemarin masih ditutup buat umum. Banjir besar yang terjadi pada Rabu (25/4) itu juga menyebabkan satu korban meninggal akibat terseret banjir.

“Itu jasadnya sudah ditemukan kemarin, tersangkut,” katanya.

Pemerintah, menurutnya, sudah menyiapkan sejumlah anggaran untuk menyikapi dampak itu. Bantuan sudah diberikan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir. Panitia HUT melakukan penggalangan dana untuk disalurkan kepada korban banjir. Selain itu, digelar konser amal yang menghadirkan penyanyi Judika yang berbarengan dengan peresmian Alun-alun Cilegon, Jumat (27/4) malam.

Sementara tokoh masyarakat Cilegon Yayat Supriadi menyorot jumlah pengangguran yang mencapai 11 persen dari jumlah penduduk di Kota Cilegon. Tingkat pengangguran yang tinggi itu harus menjadi perhatian Pemkot Cilegon.

Menurutnya, Pemkot Cilegon perlu membuat rumusan cara untuk menyikapi itu secara detail dan efektif. “Pengangguran masih jadi PR (pekerjaan rumah-red) bagi Pemkot Cilegon saat ini,” ujar Yayat, Jumat (27/4).

Yayat melanjutkan, Pemkot Cilegon perlu melakukan bimbingan serta pelatihan kepada masyarakat. Menurutnya, tingginya angka pengangguran akibat masyarakat tidak memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh industri atau lapangan kerja di Kota Cilegon.

Yayat secara pribadi pernah mendengar curahan masyarakat yang mengaku tidak diterima bekerja oleh industri di Kota Cilegon. Menurutnya, hal itu seharusnya menjadi introspeksi diri bagi masyarakat. “Kalau bagi saya, itu harusnya masyarakat mikir, mungkin tidak punya kemampuan yang dibutuhkan oleh industri,” katanya.

Menurutnya, hal itu logis karena perusahaan atau industri tidak akan menerima tenaga kerja yang tidak memiliki kemampuan sesuai bidang yang digeluti oleh perusahaan atau industri itu.

Hal itu, tentunya, lanjut Yayat, sudah menjadi modal bagi pemerintah untuk merumuskan sejumlah program yang bisa menyelesaikan masalah itu. “Biar masyarakat Kota Cilegon punya keahlian,” ujarnya.

Sekretaris Ditjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Hendro menuturkan, APBD Kota Cilegon yang mencapai Rp2 triliun dengan jumlah warga 400 ribu itu membuat Pemkot Cilegon punya kans untuk menyelesaikan persoalan banjir dan pengangguran.

Menurutnya, anggaran itu dapat difokuskan untuk kebutuhan dasar masyarakat seperti  pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Jika tiga kebutuhan itu dipenuhi maka persoalan pengangguran bisa diatasi.

“Ada kans daya dorong karena kota industri,” ujarnya.

Banyaknya industri menjadi kekuatan lebih bagi Kota Cilegon. Dengan kekuatan itu, Hendro meyakini, Pemkot Cilegon bisa menjadi contoh. “Contoh dalam segala hal, termasuk kesejahteraan masyarakatnya,” tuturnya.

Dalam acara puncak HUT ke-19 Kota Cilegon kemarin dihadiri berbagai elemen masyarakat. Pemkot Cilegon memberikan penghargaan kepada masyarakat berprestasi, siswa berprestasi, me-launching sepuluh aplikasi smart city, paripurna istimewa, peresmian Alun-alun Kota Cilegon, dan konser amal Judika. (Bayu M/RBG)