195 Ekor Burung Gagal Diselundupkan

0
1601

CILEGON – Sebanyak 195 ekor burung gagal diselundupkan dari Bengkulu, Sumatera, menuju Tangerang, Banten dan Bandung, Jawa Barat.

Upaya penyelundupan itu digagalkan oleh Karantina Pertanian (KP) Cilegon, PT ASDP, TNI, polisi, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Subkoordinator Karantina Hewan Karantina Pertanian Cilegon Wagimin menjelaskan, burung-burung itu digagalkan karena tidak memiliki Sertifikat Kesehatan Hewan dari area asal.

Penangkapan dilakukan setelah tim patroli karantina melihat adanya bus yang berhenti di rumah makan di Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon dan sangat mencurigakan.

“Saat diperiksa bus itu ternyata memuat burung yang dikemas dalam enam keranjang buah,” ujarnya, Kamis (25/2).

Dikatakan Wagimin, sopir tidak dapat menunjukan Sertifikat Kesehatan Hewan dari karantina daerah asal. Sopir mengaku burung tersebut sebagai paket kiriman dari dua orang yang berbeda di Bengkulu.

Burung-burung itu selanjutnya diamankan di kantor Karantina Pertanian Cilegon. Sementara itu sopir bus dimintai keterangan di tempat yang sama.

“Barang bukti sudah diamankan. Untuk sopir sedang kami mintai keterangan lebih lanjut,” kata Wagimin.

Sementara itu Arum Kusnila Dewi menyatakan pihaknya berkomitmen untuk menjalankan UU No. 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Kerjasama dengan berbagai instansi terkait terus dilakukan untuk menekan terjadinya pelanggaran terhadap aturan karantina.

“Upaya pengawasan akan terus kami lakukan guna menekan pelanggaran-pelanggaran aturan kekarantinaan,” ujar Arum. (Bayu Mulyana)