197 Siswa SMK Ikuti Lomba LKS Tingkat Provinsi Banten

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten

Asda Bidang Pemerintahan Pemprov Banten Anwar Masud (memegang kue) didampingi Kepala Dindikbud Provinsi Banten Engkos Kosasih Samanhudi (dua dari kanan) meninjau stan pembuatan kue dari kulit pisang.

SEBANYAK 197 siswa/i Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Provinsi Banten mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) di Alun-alun Berkah Pandeglang, yang dimulai sejak Senin (17/4) sampai Rabu (19/4). Kegiatan yang dimotori oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten itu diisi oleh berbagai kegiatan perlombaan, seperti di bidang teknologi sebanyak 23 jenis lomba, bidang pariwisata sebanyak 11 jenis lomba, dan pertanian sebanyak empat mata lomba.

Hadir pada kesempatan ini Asda I Bidang Pemerintahan Pemprov Banten, Anwar Mas’ud, Kepala Dindikbud Provinsi Banten Engkos Kosasih Samanhudi, Bupati Irna Narulita, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pandeglang Fery Hasanudin, Asda bidang Administrasi Umum Olis Solihin, Kepala Dindikbud Kabupaten Pandeglang Salman Sunardi, dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Asda Bidang Pemerintahan Pemprov Banten, Anwar Mas’ud menyampaikan, pelaksanaan kegiatan LKS SMK tersebut dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Banten. “Kami (Pemprov Banten-red) memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas siswa SMK, sehingga lulusan SMK bisa terserap di berbagai lapangan pekerjaan yang ada, sekaligus untuk mengurangi angka pengangguran yang ada di Provinsi Banten,” katanya

Kepala Dindikbud Provinsi Banten, Engkos Kosasih Samanhudi mengatakan, perlombaan yang dilakukan oleh instansinya sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan para siswa SMK dalam menghadapi tantangan zaman. “Kegiatan ini untuk melihat kemampuan siswa SMK di Banten, sejauh mana tingkat kompetensi yang mereka miliki. Selain itu, penguasaan teknologi juga harus disesuaikan dengan potensi daerah dan anak itu sendiri. Makanya, saya mengharapkan kepada sekolah untuk melakukan evaluasi terhadap program pendidikan (prodi) di sekolah itu sendiri agar disesuaikan dengan potensi kemapuan daerah dan bakat anak itu sendiri,” katanya.

Engkos menyarankan kepada semua SMK agar tidak membuat prodi yang tidak dibutuhkan, karena dinilai sangat merugikan. “Sekolah jangan sampai membuat prodi yang tidak dibutuhkan oleh pasar. Karena jika hal itu dilakukan, anak SMK yang lulus sekolah akan susah mencari pekerjaan, karena memang program pendidikannya tidak diarahkan untuk kebutuhan pasar,” katanya.

Menurut Engkos, semua SMK harus bisa menyesuaikan program pendidikan dengan tuntutan zaman, terlebih sejak awal 2016 lalu pasar bebas ASEAN atau masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) sudah diberlakukan. Dengan persaingan global tersebut, tentunya sekolah harus memiliki program unggulan sebagai bekal bagi semua lulusan SMK. “SMK harus menyesuaikan di era MEA ini. Dan memang kita (Pemprov-red) arahkan SMK ini untuk menjawab tantangan zaman. Jangan sampai melahirkan anak-anak yang sulit mencari pekerjaan dan menjadi pengangguran, makanya kami punya moto bahwa pendidikan harus punya kontribusi terhadap pengurangan pengangguran dan pengurangan kemiskinan,” katanya.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita menyambut baik dan mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Dindikbud Provinsi Banten tersebut. Kata dia, kegatan perlombaan yang dilakukan tersebut dapat dijadikan sebagai ajang menyalurkan bakat siswa SMK. “Kita harus terus meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Pandeglang khususnya dan di Provinsi Banten pada umumnya. Karena dengan adanya kegiatan seperti ini, mereka dapat menunjukan bakat yang dimiliki. Karena hanya dengan produktivitas, dan kreativitas mereka dapat bersaing dengan bangsa lain di dunia pasar kerja,” katanya. (ADVERTORIAL/DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI BANTEN)