Deni Firdaus.

SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang terus mendata korban dan kerugian akibat banjir yang melanda Kecamatan Anyer dan daerah lain pada Minggu (24/7).

Menurut data sementara yang disampaikan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Deni Firdaus, di Kecamatan Anyer jumlah rumah yang terendam banjir 2.310 unit. Dari jumlah itu, 202 unit rumah rusak berat dan yang rata dengan tanah 52 unit. “Korban jiwa tidak ada, hanya ada masyarakat yang luka-luka,” katanya, Selasa (26/7).

Untuk areal persawahan yang terkena banjir seluas 594 hektare. Fasilitas pendidikan yang terendam ada 10 sekolah, kantor pemerintahan 1 unit, jembatan 2 unit, 1 bendungan jebol, kendaraan 4 unit, dan 1 unit motor.

Selain itu, di Desa Cikedung, Kecamatan Mancak, terjadi longsor akibat dari penipisan tebing. Dampaknya, 342 masyarakat mengungsi, 10 unit rumah rata dengan tanah, 17 rusak berat, dan 30 unit rumah rusak sedang.

“Kita sedang darurat bencana. Jumlah kerugian dan korban masih didata,” ungkapnya. Kondisi di lapangan, petugas terus membantu korban. Air banjir perlahan surut dan warga membersihkan kotoran yang ada di dalam rumah. (Sodik)