2.567 Orang Pemilih di Lebak Tidak Memenuhi Syarat

0
465 views

LEBAK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lebak menggelar rapat pleno Daftar Pemilih Tetap Hasil Penyempurnaan (DPTHP) tahap Tiga Pemilu 2019 di aula KPU Lebak. Dalam rapat pleno tersebut, KPU Lebak menetapkan 2.567 orang pemilih tidak memenuhi syarat (TMS).

Ketua KPU Kabupaten Lebak Ni’matullah mengatakan, hasil pleno DPTHP tahap tiga ini dari sisi jumlah sama dengan DPTHP tahap dua, yakni sebanyak 987.511. Namun, setelah hasil verifikasi faktual yang dilakukan KPU, terdapat pemilih yang terkoreksi atau tidak memenuhi syarat. Penyebabnya, karena pemilih yang telah masuk DPT tersebut meninggal dunia, pemilih ganda, pindah domisili, dan masih di bawah umur 17 tahun.

“Pemilih yang TMS dipastikan tidak bisa memilih, karena mereka telah meninggal dunia, pindah domisili, di bawah umur, dan pemilih ganda,” kata Ni’matullah kepada wartawan, Selasa (2/4).

Rapat pleno DPTHP tahap tiga dihadiri perwakilan partai politik, Pemkab Lebak, Rutan Rangkasbitung, rumah sakit, dan KPU Banten Agus Sutisna. Ni’matullah berharap, pelaksanaan pemilu di Lebak berjalan dengan aman dan lancar.

“KPU Lebak akan terus melakukan perbaikan daftar pemilih. Harapannya, ke depan tidak ada lagi pemilih ganda atau yang meninggal dunia masuk DPT pemilu 2019,” ungkapnya.

Anggota Bawaslu Kabupaten Lebak Ade Jurkoni menambahkan, DPTHP tahap tiga ini merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu. KPU Lebak terus melakukan perbaikan terhadap DPT Pemilu 2019. Untuk itu, hasil DPTHP 3 kali ini, KPU menandai 2.567 orang pemilih yang masuk DPT. Ribuan orang tersebut dinyatakan TMS, karena telah meninggal dunia, pindah domisili, dan di bawah umur.

“Nama-nama yang telah tercantum di DPT tidak bisa dicoret. Tapi hanya ditandai oleh KPU. Walaupun, pada pemungutan suara nanti, mereka tidak memilih,” jelasnya.(Mastur)