2.718 Mahasiswa Baru UIN Banten Ikut PBAK

0
251

SERANG – Sebanyak 2.718 mahasiswa baru UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengikuti Pengenalan Budaya dan Akademik Kampus (PBAK) di kampus 1, Ciceri, Kota Serang.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dibuka oleh Rektor UIN SMH Banten Prof Fauzul Iman, Selasa (13/8).

Asep Furqonudin, ketua pelaksana PBAK, mengatakan, kegiatan ini merupakan proses perkenalan kampus terhadap mahasiswa baru di lingkungan perguruan tinggi agama Islam negeri. Pengenalan Budaya dan Akademik Kampus hampir sama dengan Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) yang berlangsung pada tahun-tahun sebelumnya.

“Penekanan dari PBAK adalah pada pengenalan budaya terhadap mahasiswa baru dengan tujuan agar mereka mengenali dan memahami sistem pendidikan hingga kegiatan kemahasiswaan di kampus,” ungkap Asep dikutip dari siaran pers.

Dia mengimbau agar seluruh mahasiswa baru mengikuti proses PBAK ini hingga akhir. Hasil kegiatan ini diberi sertifikat yang akan digunakan sebagai syarat kelulusan di semester akhir.

“Bagi mahasiswa yang tidak mengikuti PBAK tidak akan bisa lulus mengikuti proses wisuda dan tidak bisa mengikuti kegiatan di organisasi kampus,” ungkapnya.

Saat memberikan sambutan, Rektor UIN SMH Banten Prof Fauzul Iman mengingatkan, menjadi mahasiswa UIN merupakan salah satu nikmat yang patut disyukuri dan di antara bentuk mensyukurinya adalah dengan cara mengikuti PBAK dengan baik, mencermati, memahami dan menalar dengan sistematis apa yang disampaikan.

“Tidak mungkin Anda menjadi mahasiswa UIN tanpa campur tangan Allah SWT dan mengikuti PBAK termasuk nikmat Allah yang patut disyukuri yaitu dengan cara mengikuti dengan baik, mencermati apa yang disampaikan para penceramah, memahami, serta menalar dengan sistematis,” ujarnya.

Bertepatan dengan suasana Idul Adha yang penuh semangat pengorbanan, Rektor menambahkan bahwa untuk menjadi akademis itu sangat luar biasa sulit, butuh pengorbanan. Melalui PBAK akan diperkuat bagaimana struktur akademik yang kuat itu, akan diperkenalkan nilai-nilai akademik, diajarkan akhlak yang baik, sebagaimana Nabi Ibrahim digembleng dan dilatih oleh Allah SWT.

“Berikan seluas-luasnya di kampus ini pendidikan nalar, pendidikan budi, akhlak yang baik, cara belajar yang baik, metodologi pergaulan yang baik, bagaimana cara berdialog yang baik bagaimana cara melakukan nalar seperti Nabi Ibrahim,” paparnya.


Rektor pun berharap para mahasiswa baru ke depan menjadi sarjana-sarjana yang unggul, berakhlakul karimah, pandai bersilaturrahmi dan berpaham moderat.

“Mudah-mudahan Allah memberikan bimbingan dan taufik kepada kalian semuanya, menjadikan kalian sarjana-sarjana yang dapat membela umat, bangsanya dengan lemah lembut, menjadi bangsa yang baik, bangsa yang moderat, bangsa yang tidak menunjukkan sifat radikal,” tandasnya. (Aas)