20 Hari Harus Rampung

0
437 views

GUNUNGSARI – Dua puluh hari, tenggat waktu yang disepakati warga RW 001, Kampung Kupahandap, Desa Tamiang, Kecamatan Gunungsari, untuk menata kampungnya. Penataannya menyeluruh. Dari pembangunan gapura hingga pembuatan spot foto.

Kegiatan gotong royong warga RW ini dimulai tanggal 21 September, dan akan selesai pada 10 Oktober 2020. Setiap hari, siang dan malam, bapak-bapak, pemuda, dan ibu-ibu silih berganti menata kampungnya.

Kepala Desa Tamiang Muntomi mengatakan alasan penetapan tenggat waktu pelaksanaan penataan Kampung Kupahandap selama 20 hari. Yakni, karena waktu pelaksanaan Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2020 mepet. Ini karena warga dan pemerintah desa ragu, lomba jadi dilaksanakan atau tidak akibat pandemi Covid-19.

”Eh, enggak tahunya kan jadi. Terus saya langsung instruksikan pemuda untuk rapat soal penataan, ditentukanlah 20 hari estimasi waktunya,” jelas Muntomi kepada Radar Banten, Kamis (8/10).

Fase pertama, lanjut Muntomi, warga fokus pada kebersihan kampung. Sampah plastik dan lainnya dibersihkan. Rumput liar pun dibabat. ”Sebelumnya mah kumuh. Banyak sampah,” ungkapnya.

Setelah bersih, fase berikutnya adalah membangun gapura di bagian depan Kampung Kupahandap. Setelah itu, pemasangan pagar dari bambu di pinggir jalan dari gapura hingga perkampungan.

”Saat ini, di fase akhir, pemuda sedang membuat tempat mencuci tangan, pagar bambu di bagian dalam kampung, terowongan bambu, dan penambahan hiasan di spot foto taman bunga,” beber Muntomi.

Ketua Pemuda RW 001 Andri mengatakan bahwa pelaksanaan fase terakhir dimulai Jumat (9/10) hari ini. Targetnya harus ramung pada Minggu (11/10).

”Termasuk kelengkapan alat keamanan di pos ronda,” pungkas Andri. (mg06/don)