20 Persen Kendaraan Bermotor di Cilegon Bernopol Luar Daerah

0
84
Raden Berly Rizki Natakusuma

CILEGON – UPT Samsat Kota Cilegon menyebut sebanyak 20 persen kendaraan bermotor yang ada di Kota Cilegon, tidak masuk sebagai pendapatan pajak daerah Banten lantaran bernomor polisi luar daerah.

“Iya sebagian besar di perusahaan. Kendaraan itu sebagai kendaraan operasional yang mereka gunakan secara rental, asumsinya seperti itu. Terkadang asumsinya juga kantor pusatnya ada di Jakarta, sehingga di sini hanya cabang,” ujar Kepala UPT Samsat Kota Cilegon Raden Berly Rizki Natakusuma saat menghadiri acara Bulan Panutan Pajak yang diselenggarakan oleh Pemkot Cilegon, Kamis (9/11).

Berly mengaku telah menggandeng Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Cilegon sebagai upaya agar kendaraan luar daerah yang ada di Cilegon dimutasikan sehingga bernopol A. “Salah satunya dengan imbauan melalui surat edaran wali kota Cilegon pada bulan Juli tahun ini. Karena sifatnya imbauan bukan memaksa jadi hasilnya kurang signifikan,” katanya.

Berly mengungkapkan jumlah kendaraan keseluruhan yang beroperasi di Kota Cilegon sekira 150 ribu unit. “Paling banyak kendaraan dari luar daerah yang ada di Cilegon berplat B,” ucapnya.

Sementara itu, Plt Wali Kota Cilegon Edi Ariadi menekan baik kepada perusahaan maupun perorangan yang ada di Kota Cilegon agar segera melakukan mutasi kendaraan dari luar daerah ke Kota Cilegon sebagai bentuk dukungan pembiayaan pembangunan daerah.

“Terus terang pembiayaan merawat jalan umum itu tidak dengan biaya yang sedikit. Jadi tingkat kepatuhan membayar pajak harus tepat waktu. Saya tidak tahu berapa kendaraan berletter B di Cilegon, itu sama saja kita juga memberi kenyamanan untuk warga luar Cilegon,” tuturnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)