20 Siswa dari Kalimantan Timur Ikuti Pertukaran Pelajar di Banten

SERANG – Empat perusahaan besar BUMN yakni Jiwasraya, Krakatau Steel, Adikarya dan Kawasan Berikat Nusantara ditunjuk untuk mengadakan program pertukaran pelajar di Banten dengan para pelajar di Kalimantan Timur (Kaltim). Program ini bertujuan agar para pelajar memiliki pemahaman tentang Indonesia yang lebih baik.

Para pelajar yang berjumlah 20 peserta yang terdiri dari 18 pelajar ditambah dengan dua pelajar yang berkebutuhan khusus ini semua berasal dari SMA sederajat yang terdapat Kalimantan Timur.

Program tersebut sudah dilakukan sejak tahun lalu, dan ini merupakan kali kedua dilakukan. Namun berbeda dengan tahun lalu, tahun lalu yang dilakukan selama kurun waktu dua minggu, untuk tahun ini dipersingkat hanya dalam kurun waktu satu minggu.

“Tahun ini kita kedatangan tamu para pelajar dari Kaltim. Yang di sini kita akan kenalkan mengenai sosial budaya, industri kreatif dan sistem pendidikan di Banten. Kita sudah mulai sejak tanggal 7 Agustus dan berakhir di tanggal 14 Agustus, dan untuk hari ini para pelajar yang berasal dari Kaltim ini merupakan hari yang kedua. Hari ini jadwalnya yang berhubungan dengan sosial budaya, maka dari itu tadi kita sudah berkunjung ke Museum Banten Lama dilanjut mengunjungi Rumah Dunia untuk mengenal literasi di Banten. Kemudian para pelajar akan mengunjungi Batik Banten untuk mengenal industri kreatif yang terdapat di Banten,” papar Manager Corporate Communication PT Krakatau Steel yang juga selaku Ketua Panitia, Wisnu Kuncara, Selasa (9/8).

Sementara untuk lima hari ke depan menurut agenda yang telah direncanakan, besok para pelajar akan berkunjung ke SMA N 2 Cipocok, dilanjut ke SMA unggulan di Pandeglang (CMBBS). Kemudian para pelajar juga akan mengunjungi ke Pondok Pesantren Turus untuk mengenal sistem pendidikan Islam yang terdapat di Banten.

“Mereka di sana akan tidur di pondok pesantren, juga akan makan bacakan seperti gaya di pesantren. Kemudian untuk hari Kamis tanggal 11 Agustus, para pelajar akan berkunjung ke Baduy. Dan nanti saat perayaan upacara 17 Agustus, para pelajar harus dihadirkan pada upacara peringatan 17 Agustus di Banten,” ujarnya.

Pelajar tersebut merupakan pelajar terpilih yang telah diseleksi oleh Dinas Pendidikan yang masuk dalam kualifikasi. “Intinya harus yang berprestasi dan diprioritaskan dari kalangan pelajar yang kurang mampu,” katanya. (Wirda)