CILEGON – Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Cilegon mewaspadai dengan adanya kesempatan pemanfaatan jasa joki dalam proses pelaksanaan ujian seleksi CPNS yang akan dihelat Senin (10/11/2014) besok.
Sesuai mekanisme dan tahapan pelaksanaan sebelum ujian seleksi dilakukan, selain diwajibkan untuk membawa kartu nomor ujian, BKD Cilegon mengimbau pelamar juga diharuskan membawa kartu identitas lainnya yang akan diperiksa oleh petugas.
“Kalau pada saat mendaftar online peserta menggunakan KTP, bawa KTP-nya. Sedangkan kalau mendaftarnya pakai KK (Kartu Keluarga-red) harus dibawa juga KK-nya, karena akan kita periksa,” ungkap Kepala BKD Cilegon Mahmudin, Sabtu (8/11/2014).
Tujuan dari ketentuan itu, jelasnya, sebagai salah satu bentuk upaya antisipasi dari panitia terhadap adanya pemanfaatan jasa joki dalam ujian seleksi. “Seperti ujian seleksi CPNS di Bogor beberapa waktu lalu, ada peserta yang wajahnya tidak sama dengan kartu nomor ujiannya. Ternyata dari BKN (Badan Kepegawaian Negara) meminta peserta itu harus membuat surat pernyataan,” imbuhnya.
Dikatakan Mahmudin, sistem dan aturan yang diberlakukan dalam seleksi CPNS pada tahun ini cukup ketat. Dan pihaknya pun tidak akan main main dengan peserta yang belakangan diketahui menggunakan jasa joki. “Meskipun peluang menggunakan joki itu ada, tapi hal itu kecil memungkinkan. Kalau memang benar-benar joki, maka akan kita diskualifikasi,” tandasnya. (Devi Krisna)









