Brand & Marketing Intitute (BMI) Research mencatat total transaksi kegiatan belanja online di 2014 mencapai Rp21 Triliun. Dengan perolehan tersebut, belanja online agaknya mulai menunjukkan pertumbuhan yang kian pesat.

BMI Reasearch melihat dari perputaran uang rata-rata per orang dari pembelanja toko online menghabisnya Rp852 ribu. Melihat hal itu, BMI Reasearch Head Yoanita Shinta Devi memprediksi nilai total transaksi tahun ini akan meningkat dua kali lipat lebih.

“Dengan asumsi nilai belanja yang sama, maka di tahun 2015 di prediksi akan meningkat hingga mencapai Rp50 triliun. Ini merupakan kondisi yang positif bagi pertumbuhan bisnis pasar belanja online di Indonesia,”ujarnya dalam acara Online Shoping Outlook 2015 di Jakarta, Kamis (22/1).

BMI Research mencatat pada 2014 pengguna belanja online mencapai 24 persen dari total pengguna Internet di Indonesia. Pihaknya memprediksi pertumbuhan ini karena sejalan dengan target pengguna internet yang dicanangkan Kementerian Komunikasi dan Informatika mencapai 150 juta pengguna total penduduk Indonesia yang mencapai 255,5 juta jiwa.

“Riset tersebut kami lakukan di 10 kota besar di Indonesia terhadap 1.213 orang dengan usia antara 18-45 tahun melalui metode phone survey,” ujar Yoanita.

Yoanita melanjutkan, dari sisi demografi yang paling berminat dengan belanja online sebagian besar yakni 53 persen adalah perempuan. Sisanya masyarakat campuran berusia muda antara 18-30 tahun. Kecenderungan itu terlihat dari produk favorit yang laku berupa fashion 41 persen dan kosmetik 40 persen.

Sementara untuk gadget dan elektronik masing-masing mencapai 11 persen. “Sebagian besar dari konsumen belanja online atau 8 dari 10 orang bertransaksi dengan menggunakan mobile device,” pungkasnya.

Yoanita juga memperkirakan, tahun ini pasar belanja online di Indonesia akan tumbuh hingga 57 persen. Nilai itu meningkat dua kali lipat lebih bila dibandingkan pertumbuhan pada tahun lalu. (cr-05/indopos/jpnn)***