2016, Jasa Raharja Banten Bayar Klaim Asuransi Lebih Dari Rp 40 M

0
761 views
Kepala PT Jasa Raharja Cabang Banten Ari Tjahyono

SERANG – PT Jasa Raharja Cabang Banten selama tahun 2016 telah membayarkan klaim asuransi kecelakaan sebesar Rp 40.532 miliar.

Kepala PT Jasa Raharja Cabang Banten Ari Tjahyono mengatakan, dari keseluruhan asuransi kecelakaan yang diberikan tersebut terdiri dari korban meninggal, luka-luka, dan cacat tetap. “Namun untuk total korbannya bukannya kami tidak bisa menjawab, karena itu bukan ranah kami, tapi ranah Polri. Jasa Raharja sendiri dalam wewenangnya hanya dapat membayarkan asuransi kepada korban-korban yang kecelakaan nya diluar Provinsi Banten. Begitu juga masyarakat Provinsi Banten belum tentu dapat dibayarkan di Provinsi Banten,” katanya saat diwawancarai di kantor Jasa Raharja Cabang Banten, Senin (9/1).

Sementara itu, lanjut Ari, total keseluruhan jumlah asuransi kecelakaan yang dibayarkan pada tahun 2016 lalu cenderung meningkat di banding tahun 2015 yakni Rp 33.366 miliar. “Total asuransinya naik. Tahun 2016 santunan meninggal sebanyak Rp 28 juta, santunan luka-luka Rp 11 miliar. Dari total santunan tersebut tahun 2016 lebih dari total anggaran yang kita anggarkan. Tapi hal itu tidak menjadi masalah, berapa pun yang harus dibayarkan kepada masyarakat, pasti kami bayarkan,” ujarnya.

Kendati demikian, rencana penerapan anggaran yang akan dianggarkan di tahun 2017 ini akan meningkat sebesar 10 persen. “Yang sangat menggembirakan sebenarnya berkaca dari tahun lalu angka santunan luka-lukanya meningkat. Ini berarti angka kesadaran masyarakat akan hak dan kewajiban nya terhadap santunan Jasa Raharja, dan adanya kerjasama antara Kepolisian, Jasa Raharja, dan Pemerintah Daerah dalam arti rumah sakit,” katanya.

Untuk diketahui, syarat mendapatkan santunan kecelakaan yang diberikan oleh Jasa Raharja yaitu harus terjadi kecelakaan, dilaporkan ke pihak kepolisian yang harus terlebih dahulu pihak Jasa Raharja melihat apakah terdapat jaminan Jasa Raharja atau tidak. “Karena ada beberapa hal yang tidak dijamin oleh pihak Jasa Raharja yaitu kecelakaan tunggal seperti jatuh sendiri, menabrak pohon. Karena harus ditabrak atau bertabrakan dengan lebih dari 1 kendaraan,” katanya. (Wirda)