CILEGON – Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Cilegon memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada pengurus koperasi di Kota Cilegon di sebuah rumah makan, Selasa (12/4/2016). Program ini antara lain untuk mengaktifkan kembali 171 koperasi di Kota Cilegon
Kasi Koperasi Disperindagkop Cilegon Rahmat mengatakan, pelatihan ini memberikan pemahaman tentang manajemen koperasi agar perkoperasian di Kota Cilegon semakin maju. “Setelah koperasi mampu menyelenggarakan rapat anggota tahunan (RAT), itu sudah bisa dikatagorikan koperasi aktif karena lembaga dan kepengurusannya telah kita latih,” ujaranya.
Dari ratusan koperasi di Kota Cilegon, sangat minim yang meminta bantuan permodalan dana bergulir kepada pemerintah lantaran masih banyak koperasi yang belum memahami persyaratan pengajuan permodalan ke pemerintah. “Saat ini sebenarnya ada pinjaman modal dari Lembaga Pinjaman Dana Bergulir (LPDB-). Tapi kebanyakan koperasi kita cenderung mengajukan pinjaman kepada bank-bank daerah atau BUMN,” katanya.
Untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, lanjut dia, koperasi bisa mendapatkan pinjaman dari LPDB hingga Rp1 milyar.
“Kita harus mengajukan ke Pemprov dan Pemprov mengajukan kembali ke pemerintah pusat, tapi harus melalu survey dan analisa tertentu. Jika memenuhi syarat bisa saja dapat Rp1 miliar. Tetapi dari setiap tahun koperasi kita belum ada yang mendapatkan dana bergulir ini,” ungkapnya. (Riko)
