PEMPROV Jawa Tengah menggandeng Paradores de Turismo de Espana untuk merevitalisasi kawasan kota tua Semarang.
Group Paradores de Turismo de Espana adalah kelompok usaha perhotelan berbasis building heritage. Mereka mengubah bangunan-bangunan tua di 94 negara menjadi hotel.
“Kini, mereka memiliki jaringan hotel ke-95 di Semarang,” kata Menpar Arief Yahya. “Mereka akan menyulap gedung-gedung tua di Semarang.”
Kota tua Semarang tak ubahnya kota hantu, dengan sedemikian banyak gedung peninggalan kolonial tanpa pemilik. Seiring waktu, gedung-gedung itu kian renta, dan menjadi pemandangan tak sedap.
Hampir sebagian besar gedung tua di Semarang dirancang Thomas Kaarsten, arsitek terkenal Hindia-Belanda yang bekerja sampai kedatangan Jepang. Ia tidak hanya membangun banyak gedung di Semarang, tapi juga di Malang dan Jakarta. Hampir semua bangunannya memiliki sentuhan khas, karena memadukan warna lokal dan Eropa.
“Paradores Group berdiri tahun 1928, dan membangun hotel dari gedung-gedung peninggalan sejarah,” kata Arief Yahya.
Angela Alarco Canosa, CEO Group Paradores, pernah menjabat Dirjen Pariwisata Madrid, direktur eksekutif dan SEO Badan Promosi Pariwisata Madrid, dan wapres Madrid Convention Bureau.
“Bangunan di kota lama rata-rata lebih rendah 75 cm dari bahu jalan. Ini persoalan,” kata Menpar Arief Yahya. “Paradores punya pengalaman mengubah kastil, bekas penjara, bekas kompleks istana, dan lainnya, menjadi hotel.”
Menpar Arief Yahya menambahkan, Paradores akan mengubah bangunan-bangunan tua menjadi hotel agar kawasan kota lama menjadi hidup. (Kementerian Pariwisata)








