CILEGON – Meriahnya perayaan HUT Kota Cilegon ke-17, bahkan sampai-sampai sejumlah kambing, ayam, dan kuda juga bisa bebas masuk ke halaman Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon. Ternyata, belakangan diketahui kambing, kuda, dan ayam ini sengaja turut dibawa oleh Ppaguyuban Kujang (Kulawargi Jalmi Priyangan) Kota Cilegon, yang hendak ditampilkan dalam pentas pawai Cilegon Ethnic Carnival (CEC), Rabu (27/4/2016).
Enjang Mahrodin, pengurus Paguyuban Kujang tingkat Kota Cilegon, mengatakan kambing, ayam, dan kuda masih ada keterlibatan sejarah dalam abad Ciung Wanara sebelum Kerajaan Pajajaran.
“Ini kan acara dari berbagai etnik, kita juga dari Garut khususnya urang Sunda ikut memeriahkan acara ini. Kita menampilan atraksi drama dengan judul Babad Ciung Wanara yang merupakan legenda di kalangan urang Sunda yang mahsyur,” katanya.
Dijelaskannya, dalam pementasan ini, Ia membawa dua ekor kambing domba garut, dua ekor ayam, dan satu kuda yang menarik kereta untuk ditumpangi raja dalam atraksi.
“Di karnaval ini, kami akan menampilan sedikit riwayat dari perjalanan Ciung Wanara yang telah dimodifikasi. Hal ini semata-mata hanya untuk kepentingan pelestarian budaya dan seni Sunda sehingga menjadi perekat dan pemersatu suku bangsa yang ada di Kota Cilegon,” ujarnya.
Lebih lanjut ujar Enjang, sekitar 80 urang Sunda di Cilegon yang mengikuti pawai CEC ini dengan menonjolkan pakaian daerahnya.
“Paguyuban Kujang kan ketuanya Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan (Disperla) Cilegon, dari 80 orang yang ikut atraksi ini nantinya banyak dari pejabat daerah Cilegon yang bersuku Sunda,” katanya.
Pantauan Radar Banten Online di lokasi, ratusan warga memadati Landmark Kota Cilegon. Mereka tampak antusias ingin menyaksikan acara Cilegon Ethnic Carnival.
Dewi (17), warga Citangkil, mengaku penanasaran dengan acara yang digelar oleh Pemerintah Kota Cilegon. “Saya penasaran aja, kayanya sangat meriah banget. Makanya saya bela-belain naik ke atas ini dan desak-desakan ingin melihat festival kesenian ini,” ujarnya.
Senada dengan Dewi, mengaku kegiatan ini sangat meriah dan seru. “Kegiatan ini meriah banget. Katanya ada penampilan baju dan kesenian daerah gitu. Makanya saya mengajak anak-anak saya untuk menyaksikan karnaval kesenian ini. Sekalian menambah wawasan buat anak-anak tentang baju-baju daerah di berbagai wilayah Indonesia,” ucapnya. (Riko/Adef)









