CILEGON – Sebanyak delapan jenis perlombaan permainan tradisional yang digelar di depan Kantor Pemerintahan Kota (Pemkot) Cilegon oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Cilegon, berlangsung sangat meriah, Kamis (28/4/2016).
Ratusan perwakilan siswa Sekolah Dasar (SD) se-Kota Cilegon yang mengikuti perlombaan ini terlihat semangat dalam bersaing di berbagai permainan tradisional seperti Gobak Sodor, Congklak, Boy-boyan, Das-dasan, Engklek, Gatrik, Bentengan, serta Enggrang.
“Kita rombongan dari SDN Ciwandan untuk mendampingi 19 anak yang ikut lomba Gobak Sodor. Tahun 2015 lalu, kita dapat juara dua di perlombaan ini, dan sekarang optimis juara satu. Karena kita sudah belajar dari pengalaman tahun lalu,” ujar Apria, Guru Pendidikan Jasmani di SDN Ciwandan.
Dijelaskan Apria, Festifal Budaya yang digelar Disbudpar Cilegon ini memberikan pengetahuan melalui permainan tradisional yang sesuai untuk usia anak Sekolah Dasar. “Sekarang ini mah, anak sekolah banyaknya main game online di Warnet, bukannya untuk mencari materi untuk menunjang pendidikannya,” katanya.
Terpisah Wakil Walikota Cilegon, Edi Ariadi juga menyesalkan maraknya anak usia Sekolah Dasar yang saat ini lebih senang akan permainan modern dibanding permainan tradisional.
“Apa lagi kalau malam Minggu, anak-anak itu mulai dari RT-RT di kelurahan pada penuh di tempat PS (penyewaan Play Station), sengaja anaknya dibeliin kan itu enggak boleh,” ujarnya, seraya berharap melalui kegiatan ini dapat mengajak kembali anak-anak usia Sekolah Dasar untuk melestarikan permainan tradisional. (Riko)










