SERANG – Almarhum Profesor Dr (HC) Tubagus (Tb) Chasan Sochib meraih penghargaan Pendekar Award kategori ‘Lifetime Achievment’ pada ajang Golok Day Festival yang digelar di Kota Cilegon, Sabtu (30/4). Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi dan sumbangsih almarhum kepada para pesilat, pendekar, dan paguron di Banten.
Penghargaan diterima langsung oleh perwakilan keluarga besar atau putri kedua almarhum yakni Ratu Tatu Chasanah. “Selaku putrinya (putri almarhum Tb Chasan Sochib-red), tentu ini sebuah penghargaan yang membanggakan,” kata Tatu melalui siaran pers, Minggu (1/5).
Menurut Tatu, dunia persilatan atau pendekar harus terus hidup dan dilestarikan sebagai bagian dari budaya positif Banten. “Generasi muda juga harus melestarikan seni budaya Banten. Tentu menuju ke arah positif untuk mengharumkan nama Banten,” ujar Bupati Serang ini.
Menurutnya, penghargaan yang diterima punya pesan khusus kepada keluarga besar Tb Chasan Sochib. “Penghargaan ini punya pesan untuk generasi muda, sekaligus penerus dari almarhum untuk terus berkiprah dalam pembinaan seni budaya silat dan seni budaya debus yang merupakan asli Banten,” ujar Ketua DPD Golkar Banten ini.
Sekadar diketahui, almarhum semasa hidup aktif dalam berbagai organisasi sosial dan politik. Jabatan karier semasa hidup yakni pendiri dan Ketua Umum Pengurus Pendekar Persilatan dan Seni Budaya Banten Indonesia (PPPSBBI) sejak 1971. Ketua Umum DPP Satkar Ulama Indonesia masa bakti 2011-2015. Almarhum meninggal pada usia 84 tahun, pada 30 Juni 2011.
Tatu menyampaikan terima kasih kepada panitia Golok Day Festival yang telah sukses menggelar acara hingga mendapat Rekor MURI. “Apresiasi kami dari keluarga besar almarhum Bapak Tb Chasan Sochib kepada panitia. Semoga kegiatan ini bisa meningkatkan persatuan para pendekar untuk kemudian memberikan dampak positif untuk pembangunan Banten,” ujarnya. (*)








