2017, DAMRI Cabang Serang Tambah Trayek

0
13.407 views
Kepala DAMRI Cabang Serang Maman Suparman menunjukkan armada DAMRI baru yang disiapkan untuk operasi pada trayek pelosok daerah Banten di pul DAMRI Cabang Serang, Lontar, Kelurahan Kagungan, Kecamatan Serang, Selasa (3/1).

SERANG – Tahun 2017, Perusahaan Umum (Perum) Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia (DAMRI) Cabang Serang menambah dua trayek. Selain itu, DAMRI juga memperoleh tambahan armada sebanyak delapan armada untuk menjangkau pelosok Banten selatan.

“Tahun 2017, ada penambahan dua trayek perintis, yakni Serang-Sawarna dan Serang-Sumur,” ujar Kepala DAMRI Cabang Serang Maman Suparman saat ditemui di ruang kerjanya, Lontar, Kelurahan Kagungan, Kecamatan Serang, Selasa (3/1).

Pria lulusan strata satu Universitas Mathlaul Anwar ini menjelaskan, dengan penambahan dua trayek perintis atau masih subdisi tersebut, tahun ini berjumlah menjadi lima trayek, yakni Serang-Cigemblong, Serang-Cibaliung, Rangkasbitung-Katapang (Cikeusik), Serang-Sumur, dan Serang-Sawarna. “Kalau secara keseluruhan, trayek berjumlah sepuluh trayek. Yang limanya sudah menjadi AKDP umum,” katanya.

Kata dia, kelima trayek yang sudah naik status dari perintis menjadi AKDP atau disesuaikan dengan tarif daerah, yaitu Serang-Malingping, Serang-Cikotok, Serang-Cikeusik (via Malingping), Serang-Sumur (via Cibaliung), Serang-Angsana (via Labuan). “Penambahan trayek diusulkan berdasarkan permintaan masyarakat dan pemerintah daerah,” kata pria yang memiliki tiga anak ini.

Tahun 2016, kata Maman, DAMRI hanya memiliki empat trayek perintis dan ada penghapusan trayek, yaitu Serang-Malingping, juga ditambah dua trayek. Setiap tahun DAMRI akan melakukan penambahan trayek terutama daerah-daerah pelosok yang tidak terjamah angkutan umum. “Terutama wilayah Pandeglang-Lebak dan sesuai usulan masyarakat melalui pemerintah daerah,” kata pria yang sudah 14 tahun bekerja di perusahaan pelat merah tersebut.

Saat ini, tambah Maman, jumlah armada yang siap dioperasikan berjumlah 20 armada dengan dua armada cadangan. Sebelumnya ada 14 armada, tetapi pada akhir 2016 DAMRI menerima tambahan armada berupa bantuan sebanyak delapan armada dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). “Kondisi armada saat ini laik pakai atau di atas 80 persen siap pakai. Untuk bantuan delapan armada semua full AC. Untuk armada di tahun 2017, insya Allah aman,” katanya.

Manajer Usaha DAMRI Cabang Serang Usep Suryaman mengatakan, pada saat pembukaan trayek baru memang pihaknya mengalami beberapa kendala, di antaranya soal kesiapan persoalan tarif angkutan umum daerah di wilayah dengan DAMRI. “Kendalanya penyesuaian tarif kadang menjadi kendala, tapi alhamdulillah bisa diselesaikan,” kata pria kelahiran Bandung, Jawa Barat.

Usep menambahkan, selain persoalan tarif, kendala lainnya kondisi infrastruktur jalan yang dilalui oleh trayek perintis sebagian besar dalam kondisi rusak karena memang trayek masuk pada daerah pelosok. (Fauzan D/Radar Banten)