2017, Pencak Silat Wajib Jadi Ekskul Sekolah di Kota Serang

0
1.779 views
ilustrasi (foto: istimewa)

SERANG – Demi membentuk generasi yang baik di Kota Serang dan membentuk budaya seni bela diri yang kuat. Sekolah tingkat SD dan SLTP di seluruh Kota Serang wajib menjadikan pencak silat sebagai ektrakulikuler dan muatan lokal di setiap sekolah.

Walikota Serang Tb Haerul Jaman saat menyampaikan sambutan pada acara pelantikan kepengurusan Perguruan Pencak Silat Terumbu Banten (PPSTB) Kota Serang di Gor Stadion Maulana Yusuf, Ciceri Kota Serang, Kamis (29/12/2016), mengatakan, pencak silat merupakan warisan budaya yang harus diajarkan pada generasi penerus.

“Pencak silat merupakan tradisi daerah Banten, untuk itu Kota Serang sebagai Kota pendidikan akan menguatkan pencak silat dijadikan ekskul wajib di setiap sekolah yang ada di Kota Serang. Meskipun sudah berjalan tiga tahun pencak silat jadi muatan lokal di Kota Serang. Namun pada 2017 nanti kita kuatkan lagi agar Dindikbud mewajibkan pencak silat masuk dalam ekstrakulikuler di sekolah-sekolah Kota Serang,” ujarnya.

Jaman menjelaskan tradisi seni bela diri seperti pencak silat bisa membuat para pelajar di Kota Serang tangguh dan kuat, untuk itu menurutnya perlu diajarkan kepada murid-murid di tingkat sekolah dasar dan SMP.

Sementara itu Ketua PPSTB Provinsi Banten Yadi Sofiyadi mengatakan pihaknya sedang mengupayakan agar pencak silat ini terswntuh sampai tingkat kecalatan di Kota dan Kabupaten di Provinsi Banten. “Saya selaku ketua memberitahukan PPSTB di tingkat Kota dan Kabupaten di Banten agar segera dilantik. Hal tersebut untuk memperkuat stuktur organisasi menjadi lebih baik. Semoga PPSTB ini dapat memberikan manfaat dan maslahat pada warga Banten dan khususnya pada warga Kota Serang. Untuk itu dari pelantikan ini ke depan, para pengurus harus diperkuat lagi para anggota yang ada di kota dan Kabupaten lainya dapat terjalin dengan baik. Mudah-mudahan PPSTB semakin kuat tertanam dan diajakrkan pada seluruh anak di kota dan kabupaten di wilayah Banten,” ujarnya saat sambutan. (Adef)