2017, Tarif Pembuatan Surat Kendaraan Naik Drastis

0
572 views
ilustrasi (foto :Istimewa)

SERANG – Pemerintah pusat menerbitkan peraturan tentang pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dalam PP Nomor 60 Tahun 2016. Peraturan tersebut sebagai pengganti dari PP Nomor 50 Tahun 2010. Dalam peraturan tersebut, sejumlah tarif surat kendaraan mengalami kenaikan hingga 277 persen.

Direktur Jenderal Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Banten Kombes Pol Tri Juliantoro mengatakan, perubahan tarif tersebut sesuai dengan PP Nomor 60 Tahun 2016 yang disahkan oleh Presiden Joko Widodo 16 Desember 2016. “Akan mulai diberlakukan 6 Januari 2017,” katanya pada sosialisasi PP 60 Tahun 2016 di aula Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Provinsi Banten, Selasa (27/12).

Dijelaskannya, dalam aturan tersebut terdapat beberapa perubahan tarif lama. Bahkan, perubahan tersebut mencapai 277 persen dari tarif sebelumnya. “Saya rasa pemerintah sudah mempertimbangkan, jadi tidak akan memberatkan masyarakat,” ujarnya.

Dikatakannya, pada tarif pembuatan surat izin mengemudi (SIM) tidak ada perubahan tarif dari sebelumnya. “Yang ada hanya tarif baru penerbitan SIM C-1 dan C-2 Rp100.000 dan perpanjangan SIM Rp75.000. Untuk SIM D-1 dikenakan tarif penerbitan Rp50.000 dan perpanjangan Rp30.000,” tuturnya.

Kata dia, perubahan tarif banyak terjadi di pembuatan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB). Pembuatan BPKB baru dan ganti kepemilikan untuk roda dua (R-2) dan tiga (R-3) dikenakan tarif sebesar Rp225.000 dari harga sebelumnya Rp80.000. “Kendaraan roda empat atau lebih menjadi Rp375.000 dari harga sebelumnya Rp100.000,” tuturnya.

Ia memaparkan, pada pengesahan surat tanda nomor kendaraan (STNK) diberlakukan tarif baru. Kendaraan roda dua atau roda tiga dikenakan tarif Rp25.000 dan roda empat atau lebih Rp50.000. Selanjutnya untuk surat tanda coba kendaraan (STCK) terjadi kenaikan pada roda empat atau lebih dengan tarif Rp50.000 dari harga sebelumnya Rp25.000. “Kendaraan yang belum ada pelat nomornya wajib menggunakan STCK,” ujarnya.

Untuk tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB), kata dia, dikenakan tarif Rp60.000 dari harga sebelumnya Rp30.000 untuk R-2 atau R-3. Untuk roda empat atau lebih, dikenakan tarif Rp100.000 dari harga sebelumnya Rp50.000. “Surat mutasi luar daerah roda dua atau tiga Rp150.000 dari sebelumnya Rp75.000, roda empat atau lebih Rp250.000 dari sebelumnya Rp75.000,” paparnya.

“Tarif baru juga terjadi di pembuatan nomor cantik. Untuk satu angka, tarifnya Rp15.000.000 hingga Rp20.000.000, dua nomor Rp10.000.000 hingga Rp15.000.000, tiga nomor Rp7.500.000 hingga Rp10.000.000, dan empat nomor Rp5.000.000 hingga Rp7.500.000,” imbuhnya.

tarif_stnk_28des16Sementara itu, Kepala Dinas DPPKD Provinsi Banten Nandy Mulya S mengatakan, PP Nomor 60 Tahun 2016 ini akan berkaitan dengan sistem aplikasi e-samsat. “Begitu ini berlaku, substansinya akan segera diaplikasikan,” katanya.

Ia mengatakan, penandatanganan memorandum of understanding (MoU) e-samsat seharusnya dilakukan kemarin. Namun, lantaran payung hukum belum dikoordinasikan di daerah, penandatanganan tersebut ditunda. “Lebih baik terlambat sedikit, tapi terkoordinasi semuanya daripada harus melakukan pekerjaan dua kali,” ujarnya.

Dikatakannya, penandatanganan MoU e-samsat tersebut akan segera dilakukan di akhir Desember 2016 atau paling lambat di awal Januari 2017. “Semuanya sudah siap, tapi kan nanti MoU melibatkan pihak kepolisian, perbankan, dan instansi lainnya,” imbuhnya. (Rozak/Radar Banten)