SERANG – Warga Padarincang, Kabupaten Serang, sudah geram dengan aktifitas proyek pembangunan tenaga listrik terbarukan oleh PT Sintesa Banten Geothermal. Mereka meminta kepada Polresta Serang Kota untuk menutup seluruh aktifitas perusahaan yang memanfaatkan panas bumi tersebut.
Permintaan ini, dikeluhkan warga saat mendatangi Mapolres Serang Kota, Rabu (21/2) pagi. Dalam audiensi tersebut, perwakilan warga, Rendi meminta agar pihak kepolisian dapat menutup sementara aktifitas Geothermal sampai dengan adanya keputusan dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Permintaan ini berdasarkan dari pengamatan masyarakat tentang dampak lingkungan dari aktifitas yang dilakukan oleh PT Sintesa Banten Geothermal.
“Suasana sudah semakin memanas. Kami khawatir emosi masyarakat tidak dapat ditahan. Kami meminta pihak kepolisian untuk dapat menjembatani permasalahan ini agar tidak terjadi hal buruk,” ujar Rendi, Rabu (21/2).
Menurutnya, pemerintah harus memperhatikan dampak buruk yang terjadi. Pohon yang ditebang butuh waktu lama untuk kembali tumbuh. Sambungnya, saat ini sumber air juga sudah semakin memburuk.
Di tempat yang sama, Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin mengimbau masyarakat untuk lebih tenang menyikapi masalah tersebut. Ia meminta para tokoh yang hadir dalam audiensi ini dapat meredam emosi warga agar tidak terpancing dan melakukan tindakan anarki.
“Semua harus melewati proses. Hasil audiensi ini kami akan sampaikan kepada pemerintah daerah. Sebab bukan kewenangan kami untuk melakukan penutupan walaupun sifatnya sementara,” jelas AKBP Komarudin.
“Saya upayakan hari Jum’at nanti, kita sama-sama datang ke lokasi tersebut untuk melihat secara langsung. Agar dapat mengkaji dan memberikan solusi atas permasalahan ini,” imbuhnya.
Komarudin, akan berkomunikasi dengan anggota dewan dan pemerintah daerah untuk datang ke lokasi. Kemudian melakukan komunikasi langsung dengan masyarakat supaya terjadi kesepakatan antara masyarakat dengan pemerintah daerah.
“Kita akan hubungi anggota dewan dan Pemerintah Kabupaten untuk datang ke lokasi. Dan bertemu dengan masyarakat secara langsung,” pungkasnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).









