slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Umum

Kunjungan ke Jepang:  Puasa Lebih Lama Tiga Jam, Ngabuburit di Pohon Langit

Aas Arbi by Aas Arbi
15-06-2018 07:56:44
in Umum
Kunjungan ke Jepang:  Puasa Lebih Lama Tiga Jam, Ngabuburit di Pohon Langit

Suasana Tokyo dilihat dari atas Skytree.

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Menjalani puasa selama seminggu di Tokyo, Jepang, merupakan pengalaman baru. Berpuasa di sana, lebih banyak godaannya. Apa saja?

Sejak menginjakkan kaki di Tokyo pada Senin (21/5) lalu, sudah memasuki puasa hari kelima. Di sana, puasa lebih panjang dibandingkan Indonesia. Bila di Indonesia hanya sekira 13 jam maka berpuasa di Tokyo sekira 16 jam lebih. Jadi, tiga jam lebih lama.

Baca Juga :

Spanyol Ditahan Imbang Cape Varde 0-0, Ini Kata Pelatih Spanyol

Teknologi Jepang Masuk Banten, Sampah Bisa Diolah Jadi Energi Uap Tanpa Pemilahan

Indonesia Lolos ke Semifinal Uber Cup 2026 Usai Kalahkan Denmark 3-1

Keren ! Indonesia Bantai Australia 5-0 dan Kunci Tiket Perempat Final Uber Cup

Subuh menjelang saat jam menunjukkan angka 02.51. Matahari menyembul lebih cepat. Pukul 04.33. Sementara magribnya sekira pukul 18.48. Meski waktu berpuasa lebih lama, namun, tidak terasa lelah dan haus. Kok bisa? Bisa! Itu karena puasa di sana ‘terbantu’ oleh suhu yang sangat sejuk. Di kisaran angka 21 hingga 25 derajat. Sungguh sangat adem.

Jalan siang-siang di sana tidak membuat kita lelah apalagi sampai dehidrasi. Walaupun matahari bersinar terang, tidak membuat kita berkeringat dan baju basah. Kami menghitung langkah kaki tiap hari, selama seminggu awal Ramadan di Tokyo. Via aplikasi kesehatan di handphone. Selama sepekan itu, langkah kaki terpendek sejauh 3,7 kilometer. Paling jauh 12,6 kilometer. Jalan sejauh itu demi menuju stasiun-stasiun kereta dan mengunjungi destinasi wisata. Tidak berkeringat sama sekali. Puasa yang kami jalani pun biasa-biasa saja. Tidak sampai kehausan.

Satu-satunya godaan berpuasa selama di Tokyo, yang saya rasakan secara nyata, adalah menjaga pandangan mata. Banyak kaum hawa yang berpakaian sangat minim. Baju serendah-rendahnya, celana setinggi-tingginya, dari lutut. Godaan lainnya adalah restoran dan kafe yang buka sepanjang hari. Menjajakan aneka makanan. Setiap hari itu juga, restoran dan kafe penuh oleh warga yang makan. Tidak hanya di restoran dan kafe, ada juga warga yang minum sambil jalan-jalan.

Nuansa Ramadan, kata salah satu wartawan yang ikut dalam rombongan kami,  nyaris tidak terasa di Tokyo. Sebab setiap hari sejak Ramadan, suasananya seperti hari-hari biasa saja. Orang bebas makan dan minum di mana saja. Tidak terdengar suara azan, apalagi orang yang membangun sahur. Tidak ada.

Lalu, bagaimana mengenai makanan bagi orang yang berpuasa. Tenang. Kalau soal itu tidak perlu resah, aman lah. Sudah banyak restoran dan rumah makan cepat saji di Tokyo yang mengantongi sertifikat halal dari lembaga resmi di sana (seperti MUI di Indonesia).

Ada restoran yang dimiliki orang Indonesia, seperti Restoran Surabaya Wayang Bali di sebuah pusat perbelanjaan. Rumah makan ini menjual menu khas Jepang dan Indonesia. Ada juga restoran dengan menu halal yang dimiliki orang Jepang. Salah satunya Hanasakaji-san Sakuragaoka.

Wartawan Radar Banten Ahmad Lutfi (kiri) bersama jurnalis lain berfoto dengan latar belakang Skytree.

Skytree

Pengalaman lain yang dapat kami nikmati selama di Tokyo adalah menaiki menara tertinggi, Tokyo Skytree. Di situ, kita bisa menyaksikan matahari terbenam dengan sangat indah dari bangunan paling tinggi. Sensasi yang sangat berbeda menanti waktu berbuka (ngabuburit) dari ketinggian.  Dari Skytree kita bisa melihat pemandangan bawah, jejeran bangunan-bangunan di pusat kota.

Kami menuju Tokyo Skytree sore itu dari Kuil Sensoji di Asakusa. Karena sore semakin menjelang, pilihan ke tower itu menggunakan taksi. Biar lebih cepat. Dari kuil ini, bangunan Tokyo Skytree memang sudah kentara.

Tokyo Skytree sebelumnya bernama New Tokyo Tower. Ini adalah menara siaran, observasi, dan rumah makan. Lokasinya di Sumida, Tokyo. Menara ini telah menjadi yang tertinggi di Jepang sejak 2010. Mencapai ketinggian akhir yakni 634 meter pada Maret 2011. Sejak itu tercatat sebagai menara tertinggi di dunia, melampaui Menara Canton di Guangzhou, Tiongkok. Dan merupakan bangunan tertinggi kedua di atas bumi setelah Burj Khalifa (829,84 meter).

Tiba di kawasan tower, langsung menuju lantai empat Gedung Tokyo Solamachi. Di sinilah titik start menuju puncak. Ada dua kategori yang ditawarkan untuk melihat ketinggian. Alias ruang observasi tower. Yakni, ketinggian 350 meter dan 450 meter.

Kami memilih yang pertama. Harga karcisnya 2 ribu yen. Rp 258 ribu dengan kurs 1 yen Rp 129. Ruang observasi didesain bundar. Jadi kita bisa berkeliling. Melihat pemandangan 360 derajat kota Tokyo.

Tak hanya melihat langsung dari balik jendela. Di sisi kiri setelah lift naik, ada juga jejeran meja dengan video layar sentuh setinggi perut, untuk melihat pemandangan. Mirip-mirip melihat peta di Google Map. Bisa diatur. Pilih siang atau malam. Pakai bahasa Inggris atau Jepang. Juga bisa di-zoom titik yang kita inginkan.

Setelah membeli karcis, pengunjung tak serta-merta pencet tombol lift dan meluncur ke atas. Karena saking tingginya, harus ada yang mendampingi. Ada pemandunya. Perempuan-perempuan ramah dengan seragam dominan hijau. Dengan pita melilit di leher. Di depan lift, sebelum naik, dia memberi “kaifiat” menikmati ketinggian dari Tokyo Skytree. Pakai bahasa Jepang dan Inggris.

Setelah pengarah, pintu lift dibuka. Pengunjung dikirim ke atas berkelompok-kelompok. Satu kelompok 20-an orang. Di lift yang akan dinaiki hanya ada delapan tombol tujuan. Lantai satu tempat dimulai, dua tombol di atasnya kosong tanpa keterangan, kemudian lantai 4 dan lantai 5.

Tombol selanjutnya lantai 340 meter, 345 meter, dan 350 meter. Lift dengan kapasitas besar itu didesain sangat cepat. Pada layar pengukur kecepatan di bagian atas pintu lift, terlihat ukuran laju meluncur ke atas. Yakni 600 meter per menit.

Tak terasa. Seperti naik lift biasa. Pembedanya hanya pada gendang telinga. Seperti naik pesawat saat baru lepas landas. Mendekati lantai yang dituju, kecepatan yang tercatat di layar menurun hingga angka 0 meter per menit. Saat turun dari lantai 345 meter, saya menghitung waktu yang dibutuhkan untuk ke bawah di ketinggian ratusan meter itu. Pakai stopwatch di smartphone.

Tercatat hanya butuh waktu 50 detik alias tak sampai satu menit untuk tiba ke bawah. Di lantai lima. Saat meninggalkan ketinggian 350 meter, jingga senja sudah menyembul dari balik awan. Kami buru-buru turun untuk mencari tempat makan. Tentu saja untuk berbuka puasa. (AHMAD LUTFI)

 

Tags: berita internasionalJepang
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

1 Syawal 1439 Hijriyah Jatuh pada 15 Juni 2018

Next Post

Idul Fitri, Ketum MUI Ajak Perkuat Silaturahim dan Hilangkan Kesalahpahaman

Related Posts

Cape Varde menahan imbang Spanyol.pada laga pembuka grup H Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Senin, 15 Juni 2026 malam. (fcfcomunica/ig)
Olahraga

Spanyol Ditahan Imbang Cape Varde 0-0, Ini Kata Pelatih Spanyol

by Nurabidin
Selasa, 16 Juni 2026 10:29

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Juara Piala Eropa 2024, Spanyol ditahan imbang Cape Verde 0-0 di Grup H Piala Dunia 2026. Pertandingan Spanyol...

Read moreDetails

Teknologi Jepang Masuk Banten, Sampah Bisa Diolah Jadi Energi Uap Tanpa Pemilahan

Indonesia Lolos ke Semifinal Uber Cup 2026 Usai Kalahkan Denmark 3-1

Keren ! Indonesia Bantai Australia 5-0 dan Kunci Tiket Perempat Final Uber Cup

Indonesia Ukir Sejarah, Pelatih Jepang Akui Keunggulan Garuda Futsal

Pelatih Jepang Puji Kualitas Timnas Futsal Indonesia Jelang Duel Semifinal

Timnas Futsal Indonesia vs Jepang: Duel Semifinal Malam Ini di Piala Asia Futsal 2026

Valentino Rossi Gugat Asisten Ayahnya, Konflik Keluarga Berujung ke Pengadilan

Investor Jepang Siap Biayai Reaktivasi Jalur KA Rangkasbitung–Pandeglang

SMAN 1 Pangarangan, Sekolah Pertama di Indonesia yang Laksanakan Ujicoba Peringatan Dini Gempa bumi

Next Post
Idul Fitri, Ketum MUI Ajak Perkuat Silaturahim dan Hilangkan Kesalahpahaman

Idul Fitri, Ketum MUI Ajak Perkuat Silaturahim dan Hilangkan Kesalahpahaman

Melorot Karena Sewot

Tiada Maaf bagi TrumpKim

Kunjungan ke Jepang: Mualaf Belajar Mengaji di Masjid Turki

Kunjungan ke Jepang: Mualaf Belajar Mengaji di Masjid Turki

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Kepulangan 392 Jemaah Haji Kloter 12 JKB Disambut Sekda Kabupaten Tangerang

Rabu, 17 Juni 2026 17:48

KPK Luncurkan E-Learning ASN Berintegritas, Sudah Disimulasikan di Banten

Rabu, 17 Juni 2026 17:47

Kontingen Sepak Takraw Kabupaten Tangerang Borong Dua Medali Perunggu di POPDA Banten 2026

Rabu, 17 Juni 2026 17:30

Jalan Kenari Kota Serang Dibeton Sepanjang 517 Meter Pakai Dana CSR

Rabu, 17 Juni 2026 17:30

Kempo Cilegon Sabet 12 Medali di POPDA XII Banten 2026, Seluruh Atlet Pulang Bawa Medali

Rabu, 17 Juni 2026 17:29

Program Pendidikan Gratis di Kabupaten Tangerang Diapresiasi Warga

Rabu, 17 Juni 2026 16:40

Kepulangan 392 Jemaah Haji Kloter 12 JKB Disambut Sekda Kabupaten Tangerang

Rabu, 17 Juni 2026 17:48

KPK Luncurkan E-Learning ASN Berintegritas, Sudah Disimulasikan di Banten

Rabu, 17 Juni 2026 17:47

Kontingen Sepak Takraw Kabupaten Tangerang Borong Dua Medali Perunggu di POPDA Banten 2026

Rabu, 17 Juni 2026 17:30

Jalan Kenari Kota Serang Dibeton Sepanjang 517 Meter Pakai Dana CSR

Rabu, 17 Juni 2026 17:30

Kempo Cilegon Sabet 12 Medali di POPDA XII Banten 2026, Seluruh Atlet Pulang Bawa Medali

Rabu, 17 Juni 2026 17:29

Program Pendidikan Gratis di Kabupaten Tangerang Diapresiasi Warga

Rabu, 17 Juni 2026 16:40

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Kepulangan 392 Jemaah Haji Kloter 12 JKB Disambut Sekda Kabupaten Tangerang

by Mulyadi
Rabu, 17 Juni 2026 17:48

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menyambut kedatangan jamaah haji Kabupaten Tangerang yang tergabung dalam Kloter...

KPK Luncurkan E-Learning ASN Berintegritas, Sudah Disimulasikan di Banten

by Yusuf Permana
Rabu, 17 Juni 2026 17:47

JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi meluncurkan program E-Learning ASN Berintegritas secara nasional sebagai upaya memperkuat budaya antikorupsi...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak