• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama Umum

Kunjungan ke Jepang:  Puasa Lebih Lama Tiga Jam, Ngabuburit di Pohon Langit

Aas Arbi by Aas Arbi
Selasa, 31 Juli 2018 17:17
in Umum
Kunjungan ke Jepang:  Puasa Lebih Lama Tiga Jam, Ngabuburit di Pohon Langit

Suasana Tokyo dilihat dari atas Skytree.

Menjalani puasa selama seminggu di Tokyo, Jepang, merupakan pengalaman baru. Berpuasa di sana, lebih banyak godaannya. Apa saja?

Sejak menginjakkan kaki di Tokyo pada Senin (21/5) lalu, sudah memasuki puasa hari kelima. Di sana, puasa lebih panjang dibandingkan Indonesia. Bila di Indonesia hanya sekira 13 jam maka berpuasa di Tokyo sekira 16 jam lebih. Jadi, tiga jam lebih lama.

RelatedPosts

Munas X IWAPI 2026, Tatyana Sentani Sutara Ditetapkan sebagai Calon Tunggal Ketua Umum

Munas X IWAPI 2026, Tatyana Sentani Sutara Ditetapkan sebagai Calon Tunggal Ketua Umum

Kamis, 29 Oktober 2026 20:27
Penadahan modul tower

Pengadilan Negeri Serang Vonis Lisa 3 Bulan 15 Hari Kasus Modul BTS

Rabu, 23 September 2026 09:03
anak tercebur sumur Lebak

Tim SAR Evakuasi Anak Tercebur Sumur di Cibadak Lebak, Korban Meninggal

Rabu, 23 September 2026 06:53
Nama Bagus Khoirunnas Diabadikan Sebagai Nama Ruang Rapat Oleh Antara

Nama Bagus Khoirunnas Diabadikan Sebagai Nama Ruang Rapat Oleh Antara

Senin, 21 September 2026 21:19

Subuh menjelang saat jam menunjukkan angka 02.51. Matahari menyembul lebih cepat. Pukul 04.33. Sementara magribnya sekira pukul 18.48. Meski waktu berpuasa lebih lama, namun, tidak terasa lelah dan haus. Kok bisa? Bisa! Itu karena puasa di sana ‘terbantu’ oleh suhu yang sangat sejuk. Di kisaran angka 21 hingga 25 derajat. Sungguh sangat adem.

Jalan siang-siang di sana tidak membuat kita lelah apalagi sampai dehidrasi. Walaupun matahari bersinar terang, tidak membuat kita berkeringat dan baju basah. Kami menghitung langkah kaki tiap hari, selama seminggu awal Ramadan di Tokyo. Via aplikasi kesehatan di handphone. Selama sepekan itu, langkah kaki terpendek sejauh 3,7 kilometer. Paling jauh 12,6 kilometer. Jalan sejauh itu demi menuju stasiun-stasiun kereta dan mengunjungi destinasi wisata. Tidak berkeringat sama sekali. Puasa yang kami jalani pun biasa-biasa saja. Tidak sampai kehausan.

Satu-satunya godaan berpuasa selama di Tokyo, yang saya rasakan secara nyata, adalah menjaga pandangan mata. Banyak kaum hawa yang berpakaian sangat minim. Baju serendah-rendahnya, celana setinggi-tingginya, dari lutut. Godaan lainnya adalah restoran dan kafe yang buka sepanjang hari. Menjajakan aneka makanan. Setiap hari itu juga, restoran dan kafe penuh oleh warga yang makan. Tidak hanya di restoran dan kafe, ada juga warga yang minum sambil jalan-jalan.

Nuansa Ramadan, kata salah satu wartawan yang ikut dalam rombongan kami,  nyaris tidak terasa di Tokyo. Sebab setiap hari sejak Ramadan, suasananya seperti hari-hari biasa saja. Orang bebas makan dan minum di mana saja. Tidak terdengar suara azan, apalagi orang yang membangun sahur. Tidak ada.

Lalu, bagaimana mengenai makanan bagi orang yang berpuasa. Tenang. Kalau soal itu tidak perlu resah, aman lah. Sudah banyak restoran dan rumah makan cepat saji di Tokyo yang mengantongi sertifikat halal dari lembaga resmi di sana (seperti MUI di Indonesia).

Ada restoran yang dimiliki orang Indonesia, seperti Restoran Surabaya Wayang Bali di sebuah pusat perbelanjaan. Rumah makan ini menjual menu khas Jepang dan Indonesia. Ada juga restoran dengan menu halal yang dimiliki orang Jepang. Salah satunya Hanasakaji-san Sakuragaoka.

Wartawan Radar Banten Ahmad Lutfi (kiri) bersama jurnalis lain berfoto dengan latar belakang Skytree.

Skytree

Pengalaman lain yang dapat kami nikmati selama di Tokyo adalah menaiki menara tertinggi, Tokyo Skytree. Di situ, kita bisa menyaksikan matahari terbenam dengan sangat indah dari bangunan paling tinggi. Sensasi yang sangat berbeda menanti waktu berbuka (ngabuburit) dari ketinggian.  Dari Skytree kita bisa melihat pemandangan bawah, jejeran bangunan-bangunan di pusat kota.

Kami menuju Tokyo Skytree sore itu dari Kuil Sensoji di Asakusa. Karena sore semakin menjelang, pilihan ke tower itu menggunakan taksi. Biar lebih cepat. Dari kuil ini, bangunan Tokyo Skytree memang sudah kentara.

Tokyo Skytree sebelumnya bernama New Tokyo Tower. Ini adalah menara siaran, observasi, dan rumah makan. Lokasinya di Sumida, Tokyo. Menara ini telah menjadi yang tertinggi di Jepang sejak 2010. Mencapai ketinggian akhir yakni 634 meter pada Maret 2011. Sejak itu tercatat sebagai menara tertinggi di dunia, melampaui Menara Canton di Guangzhou, Tiongkok. Dan merupakan bangunan tertinggi kedua di atas bumi setelah Burj Khalifa (829,84 meter).

Tiba di kawasan tower, langsung menuju lantai empat Gedung Tokyo Solamachi. Di sinilah titik start menuju puncak. Ada dua kategori yang ditawarkan untuk melihat ketinggian. Alias ruang observasi tower. Yakni, ketinggian 350 meter dan 450 meter.

Kami memilih yang pertama. Harga karcisnya 2 ribu yen. Rp 258 ribu dengan kurs 1 yen Rp 129. Ruang observasi didesain bundar. Jadi kita bisa berkeliling. Melihat pemandangan 360 derajat kota Tokyo.

Tak hanya melihat langsung dari balik jendela. Di sisi kiri setelah lift naik, ada juga jejeran meja dengan video layar sentuh setinggi perut, untuk melihat pemandangan. Mirip-mirip melihat peta di Google Map. Bisa diatur. Pilih siang atau malam. Pakai bahasa Inggris atau Jepang. Juga bisa di-zoom titik yang kita inginkan.

Setelah membeli karcis, pengunjung tak serta-merta pencet tombol lift dan meluncur ke atas. Karena saking tingginya, harus ada yang mendampingi. Ada pemandunya. Perempuan-perempuan ramah dengan seragam dominan hijau. Dengan pita melilit di leher. Di depan lift, sebelum naik, dia memberi “kaifiat” menikmati ketinggian dari Tokyo Skytree. Pakai bahasa Jepang dan Inggris.

Setelah pengarah, pintu lift dibuka. Pengunjung dikirim ke atas berkelompok-kelompok. Satu kelompok 20-an orang. Di lift yang akan dinaiki hanya ada delapan tombol tujuan. Lantai satu tempat dimulai, dua tombol di atasnya kosong tanpa keterangan, kemudian lantai 4 dan lantai 5.

Tombol selanjutnya lantai 340 meter, 345 meter, dan 350 meter. Lift dengan kapasitas besar itu didesain sangat cepat. Pada layar pengukur kecepatan di bagian atas pintu lift, terlihat ukuran laju meluncur ke atas. Yakni 600 meter per menit.

Tak terasa. Seperti naik lift biasa. Pembedanya hanya pada gendang telinga. Seperti naik pesawat saat baru lepas landas. Mendekati lantai yang dituju, kecepatan yang tercatat di layar menurun hingga angka 0 meter per menit. Saat turun dari lantai 345 meter, saya menghitung waktu yang dibutuhkan untuk ke bawah di ketinggian ratusan meter itu. Pakai stopwatch di smartphone.

Tercatat hanya butuh waktu 50 detik alias tak sampai satu menit untuk tiba ke bawah. Di lantai lima. Saat meninggalkan ketinggian 350 meter, jingga senja sudah menyembul dari balik awan. Kami buru-buru turun untuk mencari tempat makan. Tentu saja untuk berbuka puasa. (AHMAD LUTFI)

 

Tags: berita internasionalJepang
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

1 Syawal 1439 Hijriyah Jatuh pada 15 Juni 2018

Next Post

Idul Fitri, Ketum MUI Ajak Perkuat Silaturahim dan Hilangkan Kesalahpahaman

Next Post
Idul Fitri, Ketum MUI Ajak Perkuat Silaturahim dan Hilangkan Kesalahpahaman

Idul Fitri, Ketum MUI Ajak Perkuat Silaturahim dan Hilangkan Kesalahpahaman

Mutasi Polda Banten

Tak Hanya Kapolresta Serang Kota, Dansat Brimob dan Direktur Resnarkoba Polda Banten Juga Diganti

Rabu, 4 November 2026 16:46
Mendes Yandri Pastikan APBDes Tidak Dipotong untuk Membiayai Koperasi Desa Merah Putih

Mendes Yandri Pastikan APBDes Tidak Dipotong untuk Membiayai Koperasi Desa Merah Putih

Rabu, 4 November 2026 12:18
Ketua Komisi II DPRD Lebak Dilaporkan Dua Rekan Kerja ke Polda Banten

Ketua Komisi II DPRD Lebak Dilaporkan Dua Rekan Kerja ke Polda Banten

Kamis, 5 November 2026 12:01
dprd lebak

Dilaporkan ke Polda Banten Soal Penipuan, Ini Kata Ade Adriana Ketua Komisi II DPRD Lebak

Kamis, 5 November 2026 16:27
Stasiun Cipocok Kota Serang

Stasiun Cipocok Kota Serang Diusulkan Kembali Aktif

Rabu, 4 November 2026 16:34
PPPK Paruh Waktu Cilegon

Kekurangan Pegawai, Pemkot Cilegon Pindahkan PPPK Paruh Waktu ke Sejumlah OPD

Rabu, 4 November 2026 14:10
87 ASN Ikuti Seleksi Tujuh Jabatan Eselon II Pemkot Cilegon, Tiga Besar Segera Diserahkan

87 ASN Ikuti Seleksi Tujuh Jabatan Eselon II Pemkot Cilegon, Tiga Besar Segera Diserahkan

Rabu, 4 November 2026 12:08

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Warga Keluhkan Pelayanan Akta Kelahiran di Pakuhaji Tangerang, Aktivis Sebut Maladministrasi

Warga Keluhkan Pelayanan Akta Kelahiran di Pakuhaji Tangerang, Aktivis Sebut Maladministrasi

by Mulyadi
Jumat, 6 November 2026 06:32
0

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Keluhan warga mengenai pelayanan akta kelahiran di Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, ramai diperbincangkan di media sosial....

BUMDes Cipta Mandiri Harjatani

Budidaya Lele dan Kebun Melon Desa Harjatani Dongkrak Ekonomi Warga, Sekali Panen Raup Puluhan Juta

by Haidaroh
Kamis, 5 November 2026 18:39
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Pemerintah Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cipta Mandiri Harjatani, membangun...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.