• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Catatan Dahlan Iskan

Beda 10+5 dan 10-3 untuk Cantik

Aas Arbi by Aas Arbi
Sabtu, 14 Juli 2018 07:00
in Catatan Dahlan Iskan
Problem Bule Baca Disway

 

 

RelatedPosts

Sayap Ekonom

Sayap Ekonom

Rabu, 30 Juli 2025 08:11
Copot Kursi

Copot Kursi

Selasa, 29 Juli 2025 10:34
Gajah Lebar

Gajah Lebar

Jumat, 25 Juli 2025 06:30
Penasihat Komisaris

Penasihat Komisaris

Rabu, 23 Juli 2025 09:50

Inilah prinsipnya: 10  + 5 = 15.  Itu benar. Bukan baik. Tapi 10 – 3 = 9, itu salah. Bukan jelek.

”Ilmu itu mengenai benar dan salah. Bukan baik atau buruk,” ujar Prof. Dr. dr. Djohansjah Marzuki.

Ia profesor pertama ahli bedah plastik di Indonesia. Dari Universitas Airlangga Surabaya.  ”Dalam ilmu, benar tidak identik dengan baik. Dan salah tidak sama dengan jelek,” katanya lagi.

Saya terpaksa pulang sebentar dari Samarinda. Untuk menghadiri undangannya: tribut lecture. Tanggal 12 Juli kemarin. Bertepatan dengan HUT Prof Djo ke 78. Di aula fakultas kedokteran. Yang dibangun tahun 1913. Atau lima hari setelah Mahathir Muhamad ulang tahun ke 93.

”Melihat Pak Mahathir itu saya ini masih muda. Harus tetap semangat,” katanya mengenai umurnya.

Prof Djo, panggilannya, sangat gundah pada kehidupan kampus. Yang masih belum menjadi masyarakat ilmiah. Benar-salah masih kalah dengan emosi, kepemihakan dan klik-klikan. ”Kepentingan masih mengalahkan keilmuan,” katanya dalam pidato itu.

Seharusnya setiap masalah dilihat dulu benar atau tidak. Setelah itu: baru dilihat baik atau tidak. Terakhir: penting atau tidak. ”Jangan mengerjakan sesuatu tanpa dilihat benar atau tidak. Tahu-tahu dikatakan: ini penting,” katanya lagi.

Begitulah urutan berpikir ilmiah. Itu juga yang membuat saya dekat dengan Prof Djo. Termasuk memintanya untuk sering menulis. Dengan tema kesenangan saya: ‘menegakkan akal sehat’.
Di usianya itu Prof Djo masih sangat sehat. Jalannya masih cepat. Badannya ideal. Tinggi: 170 cm. Berat: 74 kg.

”Prof Djo itu rajin olahraga,” ujar Dr. dr. Lynda Hariani, spesialis bedah plastik yang juga murid Prof Djo. Olahraganya fitnes. Juga gerakan mendayung. ”Ia punya alat dayungnya di rumahnya”, ujar dokter Lynda. ”Beliu sendiri tidak pernah menjalani operasi plastik untuk dirinya,” tambah Dr Lynda.

Hanya rambutnya tidak lagi sepanjang tengkuk. Sudah dipotong lebih pendek.

Ketika belum banyak klinik kecantikan Prof Djo sudah punya. Sejak tahun 1973: Djohan Clinic.

Kini klinik itu diteruskan oleh putrinya: dr Lobredia Zarazade. Yang juga spesialis bedah plastik.

Kalau toh ada yang kurang membanggakan adalah: setelah Prof Djo tidak segera muncul banyak ahli bedah plastik. Yang mengikuti jejaknya. Profesor bedah plastik kedua baru lahir 10 tahun kemudian: Prof. Dr. dr. David S Perdanakusumah. Juga di Unair.

Saat ini hanya dua itulah guru besar bedah plastik kita. Ada sih satu lagi. Di UI. Tapi bukan di jalur keilmuan. Dan sebentar lagi pensiun.

Kepada Prof David saya bertanya. Kebetulan tempat duduknya di sebelah saya: apakah itu karena tidak ada potensinya? Atau tidak ada peminatnya?

David sudah 10 tahun  jadi profesor. Belum lahir guru besar baru.

”Ahli bedah plastik umumnya di bawah kementerian kesehatan. Tidak ada dana untuk tunjangan guru besar,” jawab Prof David. ”Yang berhak memberi tunjangan hanya kementerian Ristek dan Dikti,” tambahnya.

Baru setelah Gubernur Jatim Soekarwo mau menanggung tunjangan itu ada perubahan. Dikti mau memproses guru besar di jalur Kemenkes.

Prof David ini orangnya asyik. Orang Sunda tapi bernama David. ”Sebenarnya orang tua saya memberi nama saya Dawud,” ujarnya.

Nama ayahnya sendiri: Musa. Akan jadi Dawud bin Musa.
Tapi istri Musa melahirkannya di Singkawang, Kalbar. Di rumah sakit Katolik. Pimpinan rumah sakitnya saat itu orang Belanda. Ia minta kenangan. Agar bayi itu diberi nama David.

Di Belanda Dawud memang dipanggil David. Pak Musa, jaksa di sana saat itu, setuju.

David sendiri alumni Universitas Indonesia. Spesialisasi bedah plastiknya juga di UI. Hanya saja tugas pertamanya di Surabaya. Di RS Dr Soetomo: menjadi staf Prof Djo.

”Prof Djo itu bagi saya adalah ayah, guru, teman dan sekaligus lawan,” katanya.

Hadirin gerrrr. ”Saya bisa jadi doktor dan profesor karena beliau,” tambahnya.

Di samping menjadi wakil dekan Prof David praktek di Miracle beauty clinic di Surabaya. Dan sekarang kian sibuk: diminta grup SCTV-Indosiar. Untuk ikut membidani rumah sakit yang baru mereka beli. Agar bisa menjadi rumah sakit kecantikan. Akan menjadi rumah sakit kecantikan pertama di Indonesia.

Rumah sakitnya di Sentul. Dekat sirkuit balap motor itu. Yang dulu dikenal sebagai RS baru milik Pertamina. Yang saya pernah sering ke sana.

Rupanya kini sudah dibeli grup Emtek. Pemilik SCTV-Indosiar. Yang memang lagi ekspansi ke bisnis kesehatan. Dengan cara membeli rumah-rumah sakit yang ada.

”Lantai empatnya akan sepenuhnya untuk estetika. Satu lantai,” kata David. ”Agar orang tidak lagi ke Korea. Atau Singapura,” tambahnya.

Apakah mungkin akan bisa bersaing dengan Korea dan Singapura? “Bisa. Saya mau ikut di RS itu karena semua permintaan saya dipenuhi,” kata Prof David.

Permintaan terpentingnya adalah: beli alat-alat yang termodern. Yang harganya mahal.

Misalnya? “PicoWay,” kata Prof David.

”Singapur pun belum punya,” tambahnya.

PicoWay adalah alat untuk memuluskan kulit. Dengan laser. Tapi berbasis suara. Bukan sinar. Ini alat baru.

Selama ini pemulus kulit adalah laser berbasis heat.
Cara kerja PicoWay: bercak, atau flek, atau bekas luka dan sebangsanya diurai. Lalu kembali ke mulus. Bahkan bisa meremajakan kulit.

Apakah tenaga ahlinya ada? Yang bisa bersaing dengan Korea tadi? Prof David punya cara: memanggil ahli-ahli mereka ke Indonesia.

Rebutan ahli bedah plastik memang luar biasa. Di Indonesia saat ini ada 1.400 klinik kecantikan. Yang mengerjakan botox, tarik benang, reparasi hidung-bibir-rahang, sampai hilangkan tattoo. Tapi hanya ada 200 spesialis bedah plastik di Indonesia.

”Di Korea di satu jalan Gangnam saja ada kira-kira 200 klinik kecantikan,” ujar Prof David. Ahli bedah plastiknya 2 ribu orang. Sepuluh kali lipatnya Indonesia.

Di Indonesia hanya ada dua universitas yang memiliki departemen ilmu bedah plastik. Unair dan UI. Yang di Unair hanya mampu menerima mahasiswa baru 4 orang. Setiap semester. Yang di UI lebih sedikit lagi.

Kenyataan itu membuat potensi bersaing dengan Korea penuh tanda tanya. Atau perlu waktu lama. Bisakah kesukaan pada yang serba Korea menular ke ilmunya juga? (dis)

Tags: Catatan Dahlan Iskan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Banten Siap Sambut Obor Asian Games

Next Post

Cobalah Berhentilah Merokok Dengan Cara ini

Next Post
Cobalah Berhentilah Merokok Dengan Cara ini

Cobalah Berhentilah Merokok Dengan Cara ini

Jalan Tol Rangkasbitung-Cileles Beroperasi Normal Mulai Desember 2026

Jalan Tol Rangkasbitung-Cileles Beroperasi Normal Mulai Desember 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 09:16
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08
Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Selasa, 17 Maret 2026 14:02
Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Selasa, 17 Maret 2026 13:06
Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Selasa, 17 Maret 2026 13:25
Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Selasa, 17 Maret 2026 13:21
Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Selasa, 17 Maret 2026 13:49

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Dinilai Berpihak Pada Rakyat, Anggota DPRD Yanti Mustati Apresiasi Kepemimpinan Bupati Zakiyah

Dinilai Berpihak Pada Rakyat, Anggota DPRD Yanti Mustati Apresiasi Kepemimpinan Bupati Zakiyah

by Abdul Rozak
Jumat, 9 Oktober 2026 22:04
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Serang Yanti Mustati Robianti mengapresiasi berbagai capaian yang telah ditorehkan Kabupaten Serang...

Irjen Pol Hengki

Pamit dari Polda Banten, Hengki Ingatkan Personel Jaga Dedikasi dan Disiplin

by Fahmi
Jumat, 9 Oktober 2026 17:41
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Irjen Pol Hengki berpamitan kepada jajaran Polda Banten seiring berakhirnya masa jabatannya sebagai Kapolda Banten. Dalam pesan...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.