JAKARTA – Formasi calon aparatur sipil negara (ASN) yang rencananya diumumkan akhir Juli tertunda. Pemerintah masih melakukan finalisasi formasi tersebut. Termasuk ketentuan-ketentuan tambahan yang lebih ketat untuk calon ASN. Misalnya, calon ASN guru harus berkomitmen tidak meminta dipindah selama lima tahun.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur mengakui, memang pengumuman calon ASN itu mundur dari rencana semula. Tapi, menurut dia, masih dalam batas wajar. Karena dalam perencanaan kementerian tersebut pengumuman bisa masuk pada Agustus.
“Ya kalau kita inginnya dalam bulan Agustus ini sudah bisa kita umumkan. Jadi, September pendaftaran, pelaksanaan tes. Kemudian Oktober-November itu finalisasinya. Sebelum November itu sudah kita umumkan,” ungkap Asman usai rapat tentang otonomi daerah di Kantor Wakil Presiden, Kamis (2/8).
Menteri asal Partai Amanat Nasional itu mengakui, finalisasi itu berkaitan dengan pembuatan syarat yang ketat. Terutama untuk lowongan guru yang jadi prioritas dalam calon ASN tahun ini. Aturan calon ASN itu juga akan memperhatikan kebijakan Mendikbud yang membuat sistem zonasi. Sehingga, pendistribuan guru bisa lebih merata. Termasuk memperhitungkan jumlah guru ASN di desa dan kota.
“Nah, ini betul-betul kita buat perjanjian. Nah, itu tenaga guru ya. Perjanjian minimum di situ lima tahun dan tidak boleh pindah,” ungkap Asman.
Jadi, setelah menjadi ASN, guru tersebut minimal harus mengajar lima tahun di sekolah tempat dia diterima. Ketentuan lima tahun tidak dipindah itu juga akan diberlakukan pula bagi tenaga kesehatan yang juga jadi prioritas calon ASN tahun ini. “Jadi, setiap pegawai yang kita terima harus dipastikan akan ditempatkan di mana,” imbuh dia.
Selain itu, dia memastikan bahwa penerimaan calon ASN tahun ini juga akan lebih terperinci. Lowongan untuk guru misalnya akan disebutkan nama sekolah dan jumlah kebutuhan guru di sekolah tersebut. “Ini bukan sekadar pekerjaan yang jumlah berapa dikasihkan sekian. Jadi, sampai ke detail,” ungkap Asman.
Pemerintah juga akan membuka lowongan untuk tenaga teknis lain. Tapi, diprioritaskan sesuai dengan di tiap daerah. Sehingga, pegawai administrasi tidak terlalu mendominasi calon ASN.
“Kita berharap, nanti misalnya, pertanian punya yang namanya range untuk peternakan. Kita mungkin terima dokter hewan. Dokter hewan kemudian turunannya apalagi. Ada diploma 3 yang ahli di bidang peternakan,” tambah dia. (JPG/RBG)










