slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Sosial Budaya

Alamak… Sudah Tersiksa Di-PHP-in Pula

Aas Arbi by Aas Arbi
24-08-2018 18:21:44
in Sosial Budaya
Alamak… Sudah Tersiksa Di-PHP-in Pula
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Berasal dari keluarga tak mampu, Itoh (41) nama samaran tumbuh menjadi wanita pekerja keras. Dipandang sebelah mata, tak membuatnya menyerah pada keadaan. Kisah perpisahannya dengan suami, sebut saja Kacrut (45), menjadi awal penderitaan hidup yang harus dijalani.

Seperti diceritakan Itoh, saat itu usianya 24 tahun dan Kacrut 28 tahun. Itoh yang terlahir di salah satu kampung di Kabupaten Tangerang, menjadi perempuan yang selalu tampak ceria meski hidupnya penuh derita. Duh, kok kesannya sedih begini sih Teh?

Baca Juga :

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus

Mertua Sayang, Tapi Kok Menderita

Dulu Soleh Minta Cerai, Suami Baru Tak Pernah Salat

Kepincut Adik Tersayang, Cincin Lamaran Melayang

“Ya begitulah hidup saya, Kang. Mungkin orang lain lihatnya saya senang karena senyum dan ketawa terus, tapi sebenarnya mah pedih,” curhat Itoh kepada Radar Banten.

Singkat cerita, entah karena faktor usia menginjak masa dewasa atau karena tak sanggup membiayai hidup Itoh, kedua orangtua berniat menjodohkan dengan lelaki pilihan yang mapan. Apalah daya, sejak kecil memang tak pernah punya kesempatan memilih, ia pun menurut tanpa ada sanggahan.

Sang lelaki tak lain adalah Kacrut. Berperawakan tinggi dengan tubuh ideal, ia banyak menebar senyum pada Itoh dan keluarga. Pertemuan pertama yang berlangsung khidmat di rumah sang wanita, menjadi silaturahmi sekaligus ditentukannya tanggal pernikahan.

Singkat cerita, dengan pesta sederhana dan hanya mengundang tetangga serta sanak saudara, Itoh dan Kacrut pun duduk di pelaminan. Mengikat janji sehidup semati, keduanya resmi menjadi sepasang suami istri. Ciyee, wah pasti bahagia banget ya Teh waktu itu.

“Ya saya akui saat itu saya memang menaruh harapan besar ke Kang Kacrut. Dengan menjadi istrinya, saya berharap bisa ningkatin kualitas hidup dan angkat nama keluarga,” ungkap Itoh.

Di awal pernikahan, mereka tinggal di rumah keluarga sang wanita. Baik Itoh maupun Kacrut sama-sama saling menjaga perasaan satu sama lain. Bersikap lembut di hadapan keluarga, mereka pasangan baru yang harmonis. Kacrut yang bekerja bersama pamannya menjadi pekerja di pabrik sepatu, melaksanakan tugas sebagai suami dengan baik.

Hebatnya, meski hidup masih kekurangan, seolah ingin segera menambah kebahagiaan kedua keluarga, baru beberapa bulan pasca pernikahan, Itoh sudah dikabarkan mengandung, hingga akhirnya lahirlah sang buah hati tercinta.

Dua tahun lebih berumah tangga, banyak suka duka yang datang menerpa. Dengan anak yang mulai tumbuh balita, Kacrut dan Itoh berjuang bersama mendidik serta memberi kehidupan indah bagi malaikat kecilnya. Dengan keterbatasan yang ada, mereka bisa tinggal di rumah kontrakan sederhana hasil jerih payah sang suami.

Seiring berjalannya waktu, sikap dan karakter keduanya mulai tampak terasa. Hingga saat diwawancara Itoh mengaku, ia juga bukan perempuan sempurna, di setiap tindakannya pasti ada salahnya, tapi meski begitu, ia tak pernah sekalipun membentak dan bersikap kasar. Tak disangka, ia berbicara seperti itu lantaran menyindir Kacrut. Ya ampun, memang Kang Kacrut kasar gimana Teh?

“Mungkin ini akibatnya kalau enggak cari tahu karakter dan sikap lelaki sebelum menikah. Enggak tahu kenapa, sejak dua tahun pernikahan, dia sering main tangan, terus membentak juga,” curhat Itoh mengingat masa lalu.

Sampai suatu malam, sang suami yang baru pulang bekerja tak terima ketika di dapur tak ada makanan. Lagi-lagi, bagai tak dihargai, amukan sang suami menjadi momok menakutkan bagi Itoh. Apalah daya, keesokan paginya, tubuh memar dan mata sembap, menjadi bukti perilaku Kacrut kepada sang istri. Ya ampun, kasar amat ya Teh.

“Ya waktu itu saya sudah SMS ke dia kalau beli makan di luar saja, soalnya saya kehabisan bahan masakan. Tapi ternyata ponsel dia mati, ya sudah deh ngamuk,” tutur Itoh.

Sampai akhirnya, Itoh memberanikan diri bercerita tentang rumah tangga kepada orangtua dan keluarga. Tak terima akan perilaku Kacrut, sang paman ikut mengamuk. Beruntung tidak sampai terjadi keributan. Namun setelah musyawarah, Itoh pun diminta bercerai. Keduanya pun berpisah untuk selamanya.

Cerita tak selesai sampai di situ. Berakhirnya rumah tangga bersama Kacrut, tak membuat derita itu hilang begitu saja. Menyandang status sebagai janda, membuat hidup Itoh semakin menantang. Mencari nafkah untuk anaknya, ia sempat bekerja sebagai karyawan di toko waralaba.

“Yang namanya dilecehin dan dihina orang tuh saya mah sudah biasa. Mau gimana lagi, namanya takdir ya harus saya jalani,” tukas Itoh.

Hingga suatu hari, dengan penampilan dan bentuk tubuh nan menawan, Itoh sukses menarik hati seorang perjaka. Meski awalnya sempat ragu berkata jujur tentang status jandanya, tetapi berkat dorongan teman-teman, ia pun memberanikan diri bercerita. Hebatnya, bagai mendapat anugerah, sang pria yang sudah kepalang menyatakan rasa, menerima Itoh apa adanya.

Sejak saat itu, hari-hari Itoh menjadi berwarna. Pesan singkat dan ucapan mesra melalui ponselnya, menjadi alasan banyaknya senyum tercipta. Bagai remaja dimabuk cinta, Itoh sering mesem-mesem sendiri setiap malam. Tak ayal, mungkin inilah yang dinamakan keajaiban cinta, ia berhasil menjalani tes wawancara dan diterima bekerja di perusahaan yang tak jauh dari rumahnya.

Hingga tiga bulan berlalu, hubungannya dengan sang pria semakin mengerucut indah. Soalnya, dengan penuh kata mesra, Itoh diajak menikah. Terang saja, tanpa basa-basi, ia yang memang merindukan sosok lelaki di hidupnya, langsung menyatakan bersedia.

Diceritakanlah rencana pernikahan itu kepada seluruh keluarga. Semua bergembira menyambut kabar baik itu. Hingga suatu malam, ponselnya berdering, sang lelaki pujaan hati membuka obrolan dengan kata maaf. Dari nada suaranya, tampak ada sesuatu yaang berat untuk dikatakan. Aih, terus kenapa Teh?

“Dia bilang keluarganya enggak setuju nikah sama saya yang janda. Sejak saat itu, kita enggak pernah kontakan lagi, sekalinya ketemu, dia menghindar,” kata Itoh.

Ya ampun, sabar ya Teh Itoh. Semoga segera dipertemukan dengan jodohnya lagi. Amin. (daru-zetizen/zee/ags)

Tags: Love Story
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Lulusan Teknik Informatika Harus Mampu Ciptakan Sistem

Next Post

KONI Kabupaten Serang Pacu Prestasi Atlet Atletik

Related Posts

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus
Love Story

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus

by Redaksi
Rabu, 26 Januari 2022 16:41

Amarah Santi (35) nama samaran, tak bisa padam saat tahu kalau suaminya, sebut saja Joko (38) mendownload aplikasi yang bisa...

Read moreDetails

Mertua Sayang, Tapi Kok Menderita

Dulu Soleh Minta Cerai, Suami Baru Tak Pernah Salat

Kepincut Adik Tersayang, Cincin Lamaran Melayang

Ketahuan Bawa Penumpang, Mobil Dilelang

Suami Butuh Kehangatan, Malah Diacuhkan

Demi Janda, Rela Jual Sawah

Awalnya Diragukan, Sudah Kaya Jadi Tumpuan

Mantanku Teman Baik Suamiku

Terlalu Dikekang, Rumah Rasa Medan Perang

Next Post

KONI Kabupaten Serang Pacu Prestasi Atlet Atletik

Oppo Luncurkan F9, Harganya Rp4,2 Juta

Oppo Luncurkan F9, Harganya Rp4,2 Juta

DPAD Tangsel Gelar Lomba Mewarnai

DPAD Tangsel Gelar Lomba Mewarnai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Kemarau, DPRD Lebak Minta Pemkab Antisipasi Kekeringan dan Krisis Air Bersih

Kemarau, DPRD Lebak Minta Pemkab Antisipasi Kekeringan dan Krisis Air Bersih

Selasa, 9 Juni 2026 18:32
Dua Jemaah Haji Asal Kabupaten Serang Meninggal Dunia di Tanah Suci

Dua Jemaah Haji Asal Kabupaten Serang Meninggal Dunia di Tanah Suci

Selasa, 9 Juni 2026 18:25
Dishub Kabupaten Serang: Segera Realisasikan Pelebaran Jalan Bojonegara-Pulo Ampel

Dishub Kabupaten Serang: Segera Realisasikan Pelebaran Jalan Bojonegara-Pulo Ampel

Selasa, 9 Juni 2026 18:03
Main PlayStation Saat Jam Kerja, Sekretaris dan Kasubag Kecamatan Mauk Disanksi Disiplin

Main PlayStation Saat Jam Kerja, Sekretaris dan Kasubag Kecamatan Mauk Disanksi Disiplin

Selasa, 9 Juni 2026 17:52
APJII Banten Minta Pemkot Cilegon Jamin Kepastian Investasi Fiber Optik

APJII Banten Minta Pemkot Cilegon Jamin Kepastian Investasi Fiber Optik

Selasa, 9 Juni 2026 17:44
Bupati Serang Takziyah ke Keluarga Korban Kecelakaan Maut di Bojonegara

Bupati Serang Takziyah ke Keluarga Korban Kecelakaan Maut di Bojonegara

Selasa, 9 Juni 2026 17:35
Kemarau, DPRD Lebak Minta Pemkab Antisipasi Kekeringan dan Krisis Air Bersih

Kemarau, DPRD Lebak Minta Pemkab Antisipasi Kekeringan dan Krisis Air Bersih

Selasa, 9 Juni 2026 18:32
Dua Jemaah Haji Asal Kabupaten Serang Meninggal Dunia di Tanah Suci

Dua Jemaah Haji Asal Kabupaten Serang Meninggal Dunia di Tanah Suci

Selasa, 9 Juni 2026 18:25
Dishub Kabupaten Serang: Segera Realisasikan Pelebaran Jalan Bojonegara-Pulo Ampel

Dishub Kabupaten Serang: Segera Realisasikan Pelebaran Jalan Bojonegara-Pulo Ampel

Selasa, 9 Juni 2026 18:03
Main PlayStation Saat Jam Kerja, Sekretaris dan Kasubag Kecamatan Mauk Disanksi Disiplin

Main PlayStation Saat Jam Kerja, Sekretaris dan Kasubag Kecamatan Mauk Disanksi Disiplin

Selasa, 9 Juni 2026 17:52
APJII Banten Minta Pemkot Cilegon Jamin Kepastian Investasi Fiber Optik

APJII Banten Minta Pemkot Cilegon Jamin Kepastian Investasi Fiber Optik

Selasa, 9 Juni 2026 17:44
Bupati Serang Takziyah ke Keluarga Korban Kecelakaan Maut di Bojonegara

Bupati Serang Takziyah ke Keluarga Korban Kecelakaan Maut di Bojonegara

Selasa, 9 Juni 2026 17:35

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Kemarau, DPRD Lebak Minta Pemkab Antisipasi Kekeringan dan Krisis Air Bersih

Kemarau, DPRD Lebak Minta Pemkab Antisipasi Kekeringan dan Krisis Air Bersih

by Nurabidin
Selasa, 9 Juni 2026 18:32

Ketua DPRD Lebak, Juwita Wulandari.

Dua Jemaah Haji Asal Kabupaten Serang Meninggal Dunia di Tanah Suci

Dua Jemaah Haji Asal Kabupaten Serang Meninggal Dunia di Tanah Suci

by Ahmad Rizal Ramdhani
Selasa, 9 Juni 2026 18:25

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Serang, Abdul Hakim.

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak