• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama Pendidikan

Bosda Tak Kunjung Cair, SMA dan SMK Negeri di Banten Berutang

Aas Arbi by Aas Arbi
Jumat, 8 Maret 2019 16:08
in Pendidikan

SERANG – Memasuki bulan ketiga tahun ini, alokasi bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) untuk SMA/SMK negeri di Provinsi Banten tak kunjung cair. Alhasil, selama dua bulan ini pihak sekolah terpaksa harus membiayai operasional sekolah dari hasil berutang atau bagi para guru dikenal dengan istilah dana talangan.

Dari dana talangan yang diperoleh, sekolah kemudian mempergunakannya untuk membayar listrik sekolah dan gaji guru honorer. Dana talangan ini sumbernya beragam. Mulai yang dari koperasi sekolah hingga hasil berutang para kepala sekolah. Tak sedikit pula para guru honorer menutupi kebutuhan mereka dengan berutang secara pribadi.

RelatedPosts

Cari Aman Academy 2026

570 Pelajar dan Guru Ikuti Cari Aman Academy 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 17:09
Mahasiswa UNIVAL Kunjungi PT KBS

Mahasiswa UNIVAL Kunjungi PT KBS, Pelajari Manajemen Industri Kepelabuhanan

Jumat, 9 Oktober 2026 12:55
magang SMK Banten

Lulusan SMK Banten Disiapkan Punya Pengalaman Kerja Sebelum Masuk Industri

Kamis, 8 Oktober 2026 12:49
PKBM Riyadhussolihin Pandeglang

PKBM Riyadhussolihin Jadi Model Pendidikan Kesetaraan Berbasis Pesantren Pandeglang

Rabu, 7 Oktober 2026 12:48

Tak hanya kebutuhan para pengajar yang terkena dampak. Kegiatan belajar mengajar di sekolah pun ikut terganggu. Salah satu dampak yang sempat mencuat yakni di SMAN 3 Kota Cilegon. Pada Selasa (19/2), aliran listrik di sekolah ini diputus PLN lantaran menunggak pembayaran selama dua bulan.

Terbaru, pada Senin (4/3) pencabutan aliran listrik pun hampir dilakukan oleh PLN di SMKN 4 Kabupaten Tangerang. Namun, rencana pencabutan aliran listrik batal dilakukan karena sekolah sedang melaksanakan simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Kepala SMKN 4 Kota Tangerang Syahrizal Ram membenarkan jika Bosda di Kota Tangerang belum juga turun. “Belum, belum turun,” katanya kepada Radar Banten, Selasa (5/3).

Syahrizal mengungkapkan, dengan belum turunnya Bosda ia harus berutang untuk menutupi kebutuhan sekolah. “Untuk menutupinya kami minjam-minjam dulu. Kalau honor guru saya kasbon paling tinggi Rp1 juta dari dana pembiayaan sumbangan dari orangtua siswa,” ungkapnya.

Untuk membayar tagihan listrik dan kebutuhan lainnya, ia juga meminjam dari koperasi. “Jumlah honorer di sekolah ada sekira 44-45 orang, jadi Januari dan Februari ini pakai uang itu dulu. Jumlahnya kurang dari setengah gaji mereka, dalam prinsip saya bisa beli beras saja dulu dan nanti kalau sudah turun diberikan sisanya,” katanya.

Sementara itu, Komite SMKN 4 Kabupaten Tangerang Acih Sutisna menyatakan, masalah tersebut timbul akibat dari tidak adanya petunjuk teknis (juknis) dari Peraturan Gubernur Nomor 31 Tahun 2018 tentang Pendidikan Gratis. “Pedoman saat ini tidak jelas. Pergub 31 ini mandul. Harusnya ada juknis, tapi sampai sekarang belum ada juknis tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan sekolah. Ini pendidikan untuk negara, jangan main-main,” tandasnya.

Padahal, sebelum ada Pergub tentang sekolah gratis yang melarang adanya iuran atau sumbangan, sekolah masih mampu membayar listrik sendiri. “Dari dulu iuran komite sudah ada, kenapa harus dilarang-larang. Kalau bayar listrik mah biasanya juga kita tangani sendiri. Padahal di Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 juga sudah diatur tentang komite sekolah dan sudah jelas ada sumbangan komite. Sekarang, apalagi yang bisa diupayakan komite?” lanjut Acih.

Untuk menyelesaikan masalah tunggakan listrik ini, Acih hanya bisa menunggu hingga Bosda turun. Selain itu, ia juga menanti juknis sebagai pedoman pelaksanaan pendidikan gratis. “Kalau pergub itu menjadi pedoman misalnya, ya mestinya menjadi konsederan dengan aturan yang lebih tinggi lagi, juknisnya dong. Jadi kita dikasih panduan. Ini tidak jelas, pendidikan gratis dengan sekian juta bantuan dari Pemprov tapi sampai hari ini belum turun. Karena selain masalah nunggak listrik, ini guru honorer juga sudah banyak yang menagih karena dua bulan gaji belum turun,” bebernya.

Kondisi sama juga terjadi di SMAN 3 Kota Cilegon. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 3 Cilegon, Agus Rustandi mengaku, hingga kini pihaknya belum mendapatkan informasi terkait pencairan dana Bosda. “Belum ada informasi dari dinas,” ujar Agus.

Agus mengatakan, aliran listrik ke sekolah diputus karena keterlambatan membayar tagihan. “Januari, Februari memang suka lambat. Baru kali ini saja diputus. Tapi sudah beres sekarang,” katanya.

Ia mengungkapkan, setiap tahun mekanisme pencairan Bosda dilakukan di triwulan pertama, yakni Maret. Untuk menutupi biaya operasional pada Januari-Februari, setiap sekolah biasanya diminta menyediakan dana talangan. “Itu dilakukan sampai anggaran Bosda terealisasi. Biasanya seperti itu. Kondisinya sama dengan sekolah lain. Semua pake dana talangan,” katanya.

Sedang Kepala SMKN 1 Cinangka, Kabupaten Serang Sunariah mengatakan, sementara semua pembiayaan operasional sekolah menggunakan dana talangan pribadi. Namun, ia memastikan kegiatan belajar mengajar di sekolahnya masih kondusif. “Kita pakai dana talangan dulu, dana pribadi, untuk beli token listrik, servis server, bagaimana pun kan kegiatan harus berjalan,” katanya.

Pernyataan senada juga disampaikan perwakilan Forum Komite Sekolah Kota Serang Deni Arisandi. Menurutnya, seluruh kepala sekolah sudah menjerit dengan kondisi ini. Akhirnya, katanya, pihak sekolah harus meminjam uang untuk menutupi kebutuhan operasional, terutama membayar listrik. Sementara, untuk gaji guru honorer masih dapat dibendung.

Kata dia, selama ini, pihak sekolah memprioritaskan pembayaran yang berhubungan dengan pihak lain. “Kebijakannya berubah-ubah. Jadi membuat lambat dan sekolah kepayahan,” ujarnya. (mg08-mg04-nna-jek-fdr/air/ags)

Tags: BOSDAPemprov Banten
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

MTQ Banten Lombakan Dua Cabang Baru

Next Post

Warga Minta Izin Tambang di Puloampel dan Bojonegara Ditinjau Ulang

Next Post
Warga Minta Izin Tambang di Puloampel dan Bojonegara Ditinjau Ulang

Warga Minta Izin Tambang di Puloampel dan Bojonegara Ditinjau Ulang

Dinilai Berpihak Pada Rakyat, Anggota DPRD Yanti Mustati Apresiasi Kepemimpinan Bupati Zakiyah

Dinilai Berpihak Pada Rakyat, Anggota DPRD Yanti Mustati Apresiasi Kepemimpinan Bupati Zakiyah

Jumat, 9 Oktober 2026 22:04
Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Selasa, 17 Maret 2026 13:06
Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Selasa, 17 Maret 2026 13:21
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08
Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Selasa, 17 Maret 2026 13:25
Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Selasa, 17 Maret 2026 13:49
Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Selasa, 17 Maret 2026 14:02

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Para atlet Tangsel dikumpulkan jelang Porprov Banten 2026.

Porprov Banten 2026: Pemkot Tangsel Pastikan Kesiapan Medis di Venue Luar Daerah

by Syaiful Adha
Sabtu, 10 Oktober 2026 17:27
0

KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan kesiapan layanan medis untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten...

Santunan BPJS Ketenagakerjaan Cilegon

Pemkot Cilegon Cairkan Santunan Kematian Untuk Pekerja Informal Hingga Rp42 Juta

by Adam Fadillah
Sabtu, 10 Oktober 2026 15:59
0

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menyalurkan santunan kematian Rp42 juta kepada keluarga Agus Irianto, pengemudi ojek online (ojol)...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.