SERANG – Kecelakaan maut juga terjadi di Kota Serang. Arifudin (23), mahasiswa asal Kampung Kuranji Kidul, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, tewas mengenaskan tertabrak kereta api (KA) lokal Rangkasbitung-Merak, Rabu (25/9). Jasad korban ditemukan di rel KA, di KM 177 Kampung Sukabela, Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Informasi yang diperoleh Radar Banten, peristiwa itu terjadi sekira pukul 10.20 WIB. Sebelumnya, korban terlihat berada di tengah rel perlintasan KA. Tak lama, KA lokal Rangkasbitung-Merak melaju dari arah Merak menuju Rangkasbitung.
Masinis KA Suroso dan asistennya Ahmad Irwan sempat membunyikan suling peringatan agar korban menyingkir dari perlintasan. Namun, korban seolah tak perduli. Lantaran tak juga menghindar, tubuh korban ditabrak dan terlindas KA yang sedang melaju kencang. Korban tewas seketika dengan kondisi mengenaskan.
Ahmad Irwan kemudian, melaporkan peristiwa tersebut ke petugas jaga di Stasiun Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Informasi itu kemudian diteruskan ke Mapolsek Kasemen. Polisi kemudian mendatangi lokasi kejadian.
Polisi tidak menemukan identitas korban saat melakukan evakuasi jasad korban ke RSU dr Dradjat Prawiranegara Kabupaten Serang. Korban diketahui mengenakan baju kaus warna merah, celana panjang warna hitam, dan menggunakan topi hitam. Identitas korban baru terungkap setelah petugas Polres Serang Kota melakukan pemeriksaan terhadap sidik jari korban menggunakan mobile automated multi biometric identification system atau MAMBIS.
“Identitas korban sudah terungkap. Korban AR (Arifudin-red) warga Taktakan. Dia seorang mahasiswa atau pelajar,” kata sumber Radar Banten di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) RS dr Dradjat Prawiranegara Kabupaten Serang.
Petugas IKFM RS dr Dradjat Prawiranegara langsung melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban. “Sampai saat ini (Rabu sore pukul 16.30 WIB-red) belum diambil (jasad korban oleh keluarga-red),” katanya.
Sementara, Kasubag Humas Polres Serang Kota Inspektur Polisi Satu (Iptu) Badri Hasan mengaku, belum dapat menyimpulkan penyebab kecelakaan tersebut. “Bunuh diri atau bukan, saya belum tahu karena masih diselidiki. Saat ditemukan (jasad korban-red) petugas tidak menemukan identitas korban,” tutur Badri. (mg-05/nda/ira)










