2020, Desa Lebak Wangi Bangun Minimart Desa

TANGERANG – Badan usaha milik desa (Bumdes) menjadi fokus program Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang. Pemdes sejak tahun 2017 lalu sudah mendirikan Bumdes Karya Lebak Wangi dengan bidang usaha dibidang jasa percetakan dan fotocopy.

Penjabat Kepala Desa Lebak Wangi Munawan mengatakan, Bumdes Karya Lebak Wangi mendapatkan bantuan modal awal sekira Rp100 juta. Jenis usaha tersebut dipilih lantaran ada pengurus Bumdes yang mumpuni dibidang percetakan dan fotocopy. Sedangkan alasan lainnya, karena ingin membantu kebutuhan masyarakat terutama dalam bidang percetakan dan alat tulis kantor (ATK). “Dulu warga kalau ingin ke percetakan dan fotocopy harus ke pusat kota. Jadi kalau sekarang ada di desa, masyarakat tidak perlu repot dan jauh-jauh lagi kesana. Termasuk kebutuhan bikin spanduk atau baliho jadi lebih mudah,” kata Munawan, Jumat (11/10) lalu.

Ditambahkan, selain spanduk atau baliho, percetakan Bumdes Karya Lebak Wangi juga melayani jasa percetakan undangan pesta pernikahan atau khitan.  “Masyarakat disini sering mengadakan pesta, dan dulu biasanya harus mencetak undangannya di Kota Tangerang, sekarang cukup ke Bumdes aja. Harga juga terjangkau dan bersaing,” ungkapnya.

Sekretaris Bumdes Karya Lebak Wangi Rahman Soleh menjelaskan, anggaran dana awal Rp100 juta digunakan untuk membeli mesin percetakan, sewa ruko, barang-barang yang akan dijual, hingga keperluan kesekretariatan Bumdes. “Alhamdulillah, untuk omzet diperkirakan mencapai Rp5-6 jutaan sebulan,” jelasnya.

Selain itu, desa yang terbentuk dari pemekaran Desa Kaduang Barat pada 1982 lalu, yang memiliki luas wilayah 450 hektare itu, juga memiliki produk usaha kecil mikro menengah (UMKM) kerupuk kulit milik salah seorang warga. Pemasarannya, ke warung-warung dan agen di Kabupaten Tangerang. Rencanannya, usaha kerupuk kulit yang sudah ada puluhan tahun tersebut akan disasar menjadi salah satu unit usaha baru di Bumdes Karya Lebak Wangi. Di samping Bumdes, Pemdes Lebak Wangi juga berencana membangun minimart desa yang rencananya akan dibangun pada 2020 mendatang dengan anggaran sekira Rp200 juta. (pem/rb/adm)