2020, Desa Renged Fokus Kembangkan Home Industri

TANGERANG – Industri rumahan (Home Industri) tumbuh subur di Desa Renged, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang. Di antara home industri yang dijalankan warga desa adalah pembuatan tempe, sepatu, konveksi dan lainnya.

Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) Renged Nuryaman mengatakan, beragam home idustri tersebut dapat dijadikan potensi unggulan desa. Selain menjadi sumber penghasilan pemilik, juga bisa menyerap tenaga kerja dari desa. Dia menceritakan salah satu usaha yang berkembang yakni konveksi dan sablon kaos anak-anak di Kampung Solokan RT 12 RW 04. Usaha tersebut milik warga bernama Nuraini.

“Ke depan usaha yang ada di desanya ini akan dikembangkan lebih besar lagi melalui badan usaha milik desa (Bumdes). Namun, saat ini belum terbentuk lantaran masih fokus pada pembangunan infrastruktur fisik jalan lingkungan. Insya Allah 2020 nanti, jika fisik sudah tuntas, kami akan fokus pada pengembangan usaha dengan membentuk Bumdes. Sistemnya bisa berupa bantuan permodalan atau menjadi wadah marketing produk hasil berbagai usaha industri rumahan yang ada. Dengan begitu, bisa membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran di desa,” terangnya, Kamis (21/11).

Sementara itu, pemilik usaha konveksi dan sablon kaos  Nuraini mengaku, sudah memulai usahanya itu sejak 2016 lalu. Usaha tersebut dijalani setelah berhenti kerja di salah satu konveksi di Jakarta yakni tahun 1981-2016. Dari pekerjaan tersebut, Nuraini mendapatkan keahlian yang ia pelajari secara otodidak dan dijadikan bekal membuka usaha sendiri seperti sekarang. “Alhamdulillah, usaha berjalan dan masih bertahan sampai sekarang. Dibantu sama dua dari empat anak saya,” ungkap Nuraini saat ditemui dikediamannya.

Nuraini menjelaskan, saat ini konveksinya mampu memproduksi kaos anak hingga 300 kaos per hari. Ukuran kaos anak dibagi menjadi dua kategori. Yakni, ukuran kaos anak usia satu sampai lima tahun. Dan, ukuran kaos anak usia enam tahun sampai 12 tahun. “Kaos anak dijual seharga Rp150 ribu dan Rp200 ribu per kodi,” jelasnya.

Menurut Nuraini, produk hasil tangan dia dan anaknya terjual hingga ke Jakarta. Kaos anak biasa dijual ke pedagang pakaian di pasar-pasar tradisional. Dia juga berharap jumlah produksi kaosnya semakin meningkat, sehinggga dapat membuka lapangan kerja banyak bagi warga di Desa Renged. (pem/rb/adm)