2020, Pemkab Bantu 20 Ponpes

TUNJUNGTEJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang akan memberikan bantuan kepada 20 pondok pesantren di Kabupaten Serang pada 2020. Hal itu diungkapkan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah pada kegiatan Istighotsah dan Haul Syekh Abdul Qodir Jailani di halaman Pondok Pesantren (Ponpes) Jamiatul Ikhwan, Kampung Pasirmelati, Desa Malanggah, Kecamatan Tunjungteja, Kamis (26/12) malam.

Dalam sambutannya, Tatu mengajak masyarakat rutin menggelar istighotsah dan zikir akbar untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt, selain memperkuat silaturahmi umat Islam. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan dan organisasi keagamaan bisa bersinergi dengan Pemkab Serang melalui kegiatan keagamaan seperti istighotsah dan zikir akbar.

“Selain kegiatan keagamaan, Pemkab Serang juga sudah tahun ketiga memberikan bantuan untuk pondok pesantren,” ungkap politikus Partai Golkar tersebut.

Disampaikan Tatu, bantuan keagamaan untuk ponpes setiap tahun meningkat. Pada 2017 satu ponpes, meningkat pada 2018 menjadi lima ponpes, dan 2019 sebanyak 13 ponpes. “Tahun 2020 direncanakan diberikan bantuan untuk 20 ponpes,” ungkapnya.

Terkait bantuan untuk ponpes, dijelaskan Tatu, diperlukan rekomendasi dari organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU), Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Muhammadiyah, dan organisasi lainnya. “Ayo silakan rekomendasikan ponpes mana yang prioritas mendapatkan bantuan untuk diajukan,” pesan ibu tiga anak itu.

Sekadar diketahui, Tatu hadir di Ponpes Jamiatul Ikhwan pukul 20.33 WIB mengenakan gamis putih dipadu celana hitam dan kerudung cokelat, langsung duduk di bagian kursi bagian depan dan langsung disambut salawatan. Usai sambutan, bersama belasan kiai dan ustaz serta ratusan santri dan masyarakat, Tatu dengan khusuk mengikuti istighotsah hingga pukul 23.30 WIB.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Jamiatul Ikhwan KH Ahmad KHudori Yusuf menyambut baik Tatu yang selalu memprioritaskan program keagamaan dan bantuan untuk pondok pesantren. “Karena Ibu Tatu ini dekat dengan para ulama, kiai, dan ustaz. Sering meminta masukan sebelum memprogramkan bantuan untuk bidang keagamaan,” jelasnya (mg06/zai/ira)