Dari 175 peserta itu, pihaknya melakukan dua kali audisi. Pada audisi pertama, peserta mengkerucut menjadi 40 orang. Kemudian, pada audisi kedua mengkerucut menjadi 20 orang. “Artinya 20 orang ini 10 pasangan Kang dan Nong, mereka sebagai finalis Kang-Nong,” katanya.
Ia mengatakan, 20 peserta itu sudah mengikuti masa karantina selama empat hari. Proses karantina dilakukan di Desa Wisata Cikolelet satu hari dan di Hotel Mambruk Anyar selama iga hari. “Karantina ini untuk menggali seluruh potensi bakat pada Kang-Nong,” ujarnya.
Dari 10 pasang finalis Kang-Nong ini, diambil empat posisi teratas. Mereka dipilih menjadi juara Kang-Nong, wakil 1 Kang-Nong, wakil 2 Kang-Nong, dan juara favorit. “Proses pemilihan dinilai oleh lima orang juri profesional, hasil penilaian grand final diakumulasikan dengan hasil karantina,” terangnya.
Kemudian, ada yang berbeda pada penyelenggaraan Kang-Nong tahun ini dengan tahun sebelumnya. Selain memilih empat juara, pihaknya juga memilih enam Kang-Nong sebagai duta. Yakni, duta pembangunan, duta pajak, duta investasi, duta UMKM, duta lingkungan, serta duta wawasan kebangsaan dan anti narkoba.
Keenam duta itu, akan bertugas membantu organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai dengan bidangnya masing-masing. “Nanti mereka akan diberikan pertanyaan, kemudian penempatannya kita akan lakukan sesuai dengan minat dan bakatnya, mereka akan membantu tugas pemerintah dalam mengajak kaum milenial sesuai dengan bidangnya masing-masing,” ujarnya.
Penulis : Rozak
Editor : Widodo











