“Menginap di pesisir pantai ya tidak boleh, karena itu zona merah (daerah rawan tsunami) untuk ditinggali. Menginap jangan, tapi beraktivitas berjualan sampai sore hari ya tetap dilaksanakan,” katanya.
Irna mengungkapkan, sebagai bentuk kesiapsiagaan, di Pandeglang sudah ada shelter, jalur evakuasi, tempat titik kumpul dan titik evakuasi yang pernah dilakukan saat tsunami 2018. Kemudian dari pelayanan kesehatan puskesmas sudah dibuat lebih baik lagi.
“Lokasinya sudah tidak di zona merah (rawan tersapu tsunami), yaitu Puskesmas Panimbang, Sumur, Carita, itu sudah tidak di zona merah. Dan juga kami siapkan 12 lumbung sosial,” katanya.
Lumbung sosial itu ada genset di situ, tenda-tenda, makan logistik, sampai dengan air dicukupi. Di sana itu ada pengelolanya.
“Lumbung sosial itu membantu mempercepat pemenuhan kebutuhan logistik. Sehingga tidak diberangkatkan bantuan logistik dari Kabupaten. Jadi dalam kurun waktu satu jam bisa menyelesaikan persoalan di lapangan,” katanya.
Pada saat ini baru 12 lumbung sosial dan direncakanan akan terus di tambah titik lokasi lumbung sosial.
“Semoga kita akan agendakan lagi dari APBD maupun dari APBN untuk ada lumbung sosial di tempat-tempat, daerah yang rawan bencana. Dengan adanya pembelajaran tsunami kita harus preventif lebih baik, semoga kita dijauhkan dari musibah tapi persiapan kesiapsiagaan itu kita siapkan,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Aas Arbie











