CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID –Kecamatan Pulomerak tercatat sebagai penyumbang tertinggi kasus pengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Cilegon.
Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon tahun 2005 hingga Agustus 2022, terdapat 637 warga Cilegon mengidap HIV/AIDS.
Dari data kasus tersebut, Kecamatan Pulomerak menjadi penyumbang tertinggi pengidap HIV dengan total 100 jiwa. Disusul Jombang sebanyak 97 jiwa.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Puskesmas Pulomerak Isnayati menjelaskan, tingginya kasus HIV/AIDS di wilayahnya kebanyakan disebabkan akibat perilaku hubungan seksual bebas. Dan, penggunaan narkoba dengan jarum suntik serta kurangnya informasi terkait HIV/AIDS.
“Data itu kan dari tahun 2005 ya, kalau sekarang kita hanya menemukan 9 kasus baru yang dilaporkan ke Dinkes Kota Cilegon,” katanya Kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu, 28 September 2022.
Kendati demikian, pihaknya terus berupaya untuk melakukan pencegahan terkait penyakit HIV/AIDS di wilayahnya dengan melakukan penyuluhan bahayanya secara aktif turun langsung ke sekolah-sekolah maupun ke masyarakat umum baik di kelurahan ataupun kecamatan.











