LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Ramai di media sosial, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya disebut-sebagai pemimpin yang Intoleran. Hal itu pasca viralnya imbauan dari Bupati untuk umat Kristiani di Kecamatan Maja agar melaksanakan ibadah Natal di Rangkasbitung saja.
Menanggapi hal itu Forum Pemuda Lintas Agama (FPLA) Lebak menyatakan bahwa hal tersebut tidak benar. Malah sebaliknya, menurut Ketua FPLA Lebak Mumu Najmudin, Bupati Iti merupakan seorang pemimpin yang sangat menjunjung tinggi toleransi antar agama khususnya di Kabupaten Lebak.
“Opini yang beredar di media sosial itu tidaklah benar, malah sebaliknya Ibu Bupati ini merupakan Bupati paling toleran yang kita ketahui sampai saat ini,” kata Mumu, Senin 19 Desember 2022.
Kata Mumu, Bupati Iti menjadi Bupati paling toleran karena bukan tanpa sebab. Selama masa kepemimpinannya, Bupati ini sudah bisa menjaga dengan baik kondusifitas daerah khususnya kerukunan antar beragama.
“Bupati Lebak sangat tinggi toleransinya dan sering menghadiri perayaan Natal,” katanya.
Tentang yang ramai di media sosial, kata Mumu, imbauan itu sendiri bertujuan agar para umat Kristiani di Kecamatan Maja yang belum mempunyai gedung berizin bisa beribadah di gereja yang sudah mengantongi izin di Rangkasnitung.
” Kami beserta jajaran pengurus FPLA di Kabupaten Lebak mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2023, semoga kita semua menjadi keberagaman yang ber Bhineka Tunggal Ika, walau berbeda beda namun tetap satu tujuan. Lebak Unique, NKRI harga mati,” ucapnya.
Di tempat terpisah, Pemuda Katolik Hari Gunawan mengatakan, pihaknya sendiri melalui Badan Kerjasama Antar Gereja (BKSAG) sudah menjadwalkan perayaan Natal pada 27 November lalu. Ia mengaku, keberagamaan di Lebak sendiri sangatlah terjaga dengan baik.
“Keberagaman antar umat beragama di kabupaten Lebak hidup berdampingan dengan guyub rukun dan damai, saya kira antar warga di Lebak itu bagus, untuk di Maja memang tidak ada masalah. Akan tetapi ke depan wilayah Lebak khususnya Maja itu akan menjadi daerah kosmopolitan yang beragam agama, sehingga pemerintah daerah harapannya bisa mendorong pengembang untuk membangun sarana fasilitas agama-agama yang lainnya,” pungkasnya. (*)
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi

