LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Ratusan rumah di Kecamatan Cimarga dilaporkan terendam banjir akibat luapan air Sungai Cikeyeup pada Selasa 3 Januari 2022. Terdapat 3 perkampungan di Desa Gununganten, Kecamatan Cimarga yang terendam banjir setinggi dada orang dewasa. Ketiga kampung itu, yakni Kampung Sinar Asih, Cikeyeup, dan Bangun Jaya, Desa Gununganten.
Banjir itu diketahui baru pertama kali terjadi. Sebab, aliran Sungai Cikeuyup sendiri biasanya tenang tidak sampai meluap hingga merendam rumah warga.
Endin (45), warga Kampung Cikeyeup mengaku bahwa selama puluhan tahun mendiami rumahnya, baru kali ini merasakan banjir. Padahal, biasanya walaupun hujan deras melanda hingga berhari-hari, wilayah kampungnya selalu aman dari banjir.
“Dari saya kecil sampai sekarang, seumur hidup saya. Baru pertama kali banjir besar seperti ini terjadi,” katanya saat ditemui, Rabu 4 Januari 2022.
Dia pun menyebut, bahwa banjir itu bukan hal yang wajar dan cuma disebabkan oleh faktor alam saja. Namun, ada juga faktor manusia, yakni dengan keberadaan penambangan pasir di wilayah hulu Sungai Cikeyeup.
Endin menduga pertambangan pasir itu telah melakukan pembuangan limbah pasir secara ilegal langsung ke sungai. Akibatnya, sungai mengalami pendangkalan.
“Jadi limbah pasir dibuang ke sungai, sehingga terjadilah pendangkalan yang mengakibatkan banjir besar,” ujarnya.
Pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai petani ini pun meminta kepada pemerintah setempat untuk menginvestigasi penyebab banjir di kampungnya itu. Jika benar akibat penambangan pasir, dia meminta Bupati Lebak menutup penambangan pasir tersebut.
Dia khawatir, jika tidak ada penutupan pada area tambang pasir, maka sewaktu-waktu dapat terjadi banjir besar kembali yang bahkan menimbulkan korban jiwa.
“Pemerintah harus tegas, jangan dibiarkan. Karena ini sudah menyangkut keselamatan warga, kita khawatir jika ini dibiarkan maka warga baik secara kesehatan, finansial atau secara langsung bisa menjadi korban banjir besar yang ditimbulkan oleh ulah aktivitas tambang itu,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Merwanda

