“Jenis sampah untuk BBJP sebenarnya kami mengutamakan yang sampah organik. Jadi sampah rumah tangga yang organik, kalau sampah plastik kalau bisa jangan,” katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pandeglang Achmad Saepudin mengatakan, PT Indonesia Power membutuhkan sampah untuk mengoperasikan PLTU Labuan.
“Saat ini, untuk mengoperasikan PLTU, Indonesia Power menggunakan batu bara. Namun sekarang persediaannya terbatas dan harganya tinggi sehingga dibutuhkan sampah untuk diolah menjadi bahan bakar jemputan padat sebagai pengganti batu bara,” katanya.
Sampah yang akan diolah oleh PT Indonesia Power dari sampah limbah rumah tangga dan sampah pasar. Sebagai upaya mengurangi penggunaan batu bara.
“Nanti BBJP akan di produksi di TPA Bangkonol. Satu hari kebutuhan sampah bisa mencapai 100 ton,” katanya.
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Pandeglang Kurnia Satriawan mengatakan, pengolahan sampah menjadi BBJP ini akan berjalan dalam waktu dekat ini.
“Semoga saja bisa berjalan lancar. Dan ini tentunya akan turut mengurangi tumpukan volume sampah di Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Foto : Purnama Irawan
Editor : Merwanda











