SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pj Gubernur Banten Al Muktabar menengok mahasiswa yang terkena pukul saat melakukan aksi demo di depan gedung Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Jumat, 5 Mei 2013 sore. Al Muktabar mendatangi korban gesekan massa aksi dengan aparat kepolisian di rumah kos-kosan mahasiswa di kawasan Ciceri, Kota Serang itu untuk mengetahui kondisi korban pemukulan.
“Hari ini (kemarin-red) saya ada tugas di Jakarta bersama Menteri PAN RB. Sehingga saya tidak ada di kantor tadi sore,” ungkap Al, Jumat, 5 Mei 2023 malam.
Ia mengaku membaca berita adanya mahasiswa yang terkena pukulan aparat. Makanya, ia langsung menengok.
Kepada korban, Al sempat menyarankan ke klinik untuk memastikan kondisi kesehatan korban. Namun korban yang merupakan mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten itu memilih untuk istirahat di kosan.
Dalam kesempatan tersebut, Al Muktabar mendengar kronologis aksi dan menerima aspirasi yang menjadi tuntunan mahasiswa BEM se Banten dan AMPERA.
Al memberikan apresiasi atas sikap kritis dan pengawasan yang dilakukan terhadap Pemprov Banten. Pihaknya mengaku memberikan ruang terbuka kepada stakeholder untuk memberikan masukan yang konstruktif untuk kemajuan Banten. “Saya menjamin kebebasan untuk menyuarakan pendapat. Karena saya juga lahir dari reformasi yang memahami pentingnya cek and balance dalam pemerintahan,” ungkap mantan Ketua Umum Widyaswara Indonesia itu.
Seperti diketahui kelompok mahasiswa yang tergabung dalam BEM se Banten bersama AMPERA ingin menyampaikan tuntutan tentang permasalahan pendidikan dan polemik buruh kepada Pj Gubernur Banten Al Muktabar. Namun saat aksi terjadi gesekan dengan aparat kepolisian, Satpol PP, dan pengamanan dalam.
Akibat gesekan tersebut, sejumlah mahasiswa mengaku mendapat tindakan kekerasan berupa pukulan di wajah. Hal itu dialami oleh Koordinator Aksi Abdul Nurobi Fikri.
Reporter: Rostinah
Editor : Merwanda











