SERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Sepanjang Januari-Maret 2023, SR Komunitas Eliminasi Tuberkulosis (TBC), Konsorsium Penabulu-STPI Provinsi Banten mencatat 2.364 kasus TBC di Banten. Jumlah itu terbilang banyak, dan mengkhawatirkan karena mengingat TBC merupakan penyakit yang dapat menular antar sesama.
SR Manager Program pada Konsorsium Penabulu – STPI Provinsi Banten, Lukman Hakim mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam Global Tuberculosis Report 2022 menyatakan TBC masih menjadi salah satu ancaman kesehatan dunia. Indonesia, menempati peringkat kedua sebagai negara dengan beban TBC tertinggi di dunia setelah India.
“Pada awal bulan Januari hingga Maret 2023 ini, kami mememukan adanya 2.364 kasus TBC di Banten. Jumlah itu sangat mengkhawatirkan karena TBC ini merupakan penyakit yang mengancam kesehatan dunia,” katanya usai melakukan audiensi ke Plh Sekda Provinsi Banten Virgojanti di kantornya, Rabu 10 Mei 2023 kemarin.
Lukman mengatakan, penanganan TBC itu harus lah dilakukan secara serius dan konkret. Pihaknya pun mengaku siap untuk kolaborasi bersama Pemprov Banten untuk melakukan penanganan TBC. Sehingga penderita penyakit TBC bisa ditekan dan sembuh dari penyakitnya. “Kami memiliki program, kami ingin terlibat disetiap kegiatan pemerintah, khususnya dalam menangani TBC,” ujarnya.
Ia memaparkan, pihaknya telah memberikan kontribusi banyak dalam melakukan penanganan TBC di Provinsi Banten sejak 2021 lalu. Namun saat ini pihaknya belum Dilibatkan dalam upaya percepatan penanganan TBC oleh Pemprov Banten.
Maka dari itu, kehadirannya untuk bermintra dengan pemerintah dalam upaya eliminasi TBC di Indonesia melalui dana hibah The Global Fund.
Adapun kegiatan yang sedang berjalan oleh komunitasa seperti riset, Investigasi Kontak, Skrining TBC, Edukasi, Pendampingan kepada pasien TBC hingga sembuh, serta penyuluhan di sekitar rumah pasien TBC dan
sekitarnya.
“Kalau menemukan kasus baru didampingi sampai sembuh, kader yang mendampingi sampai memastikan tidak berobat rutin di Puskesmas, selama 6 bulan sampai sembuh, karena pengobatan gratis tidak ada yang berbayar menebus obatnya. Kami memiliki kader sebanyak 320 se-Provinsi Banten,” terangnya.
Sementara itu, Plh Sekda Provinsi Banten Virgojanti mengapresiasi peran yang dilakukan Komunitas Penabulu-STPI dalam upaya percepatan eliminasi TBC di Provinsi Banten. Maka dari itu pihaknya akan komitmen bersama untuk melakukan upaya tersebut.
“Komunitas ini memiliki komitmen bersinergi dengan Pemprov dalam mendukung upaya promotif dan preventif penanganan Tuberkulosis,” katanya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor : Merwanda











